Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Yang Berjalan ke Ujung Lorong

Yang Berjalan ke Ujung Lorong   lelaki itu berjalan ke ujung lorong menerabas hujan memanggul sekarung tongkol jagung napasnya memburu gigil menerkam tak ada yang bertanya tak ada eko...

Oleh Idris Makkatutu 13 May 2022 23:55 2 menit baca

Yang Berjalan ke Ujung Lorong

  lelaki itu berjalan ke ujung lorong menerabas hujan memanggul sekarung tongkol jagung napasnya memburu gigil menerkam tak ada yang bertanya tak ada ekor mata mengikuti dianggap normal saja lalu, air meluap tongkol jagung tiba di halaman setiap rumah di lorong itu orang-orang berhamburan mencari lelaki si pemanggul tongkol jagung itu lelaki itu tiada tersisa hanya karung kosong isinya telah tumpah ke dalam selokan tongkol jagung berenang ke halaman rumah merasuk ke kamar terus menggeledah dapur bersama lelumpur Kindang, 8 Mei 2022 [irp]

Pohon Peneduh

  begonia itu kau kirim ketika gerah menyergap dalam mobil pada sebuah perjalanan menziarahi sejarah di pinggir jalan, pohon peneduh jadi asing di tangan aspal yang melebar pada bangunan beton meluber gerah lebih mudah tiba ke tubuh mengepung dari segala mata arah kutatapi begonia sayap malaikat itu menyerap segala segar kandungannya tapi keringat tak tertambal dari pori mengucur penuh segala "di sini gerah, begonia tak sanggup mengusirnya. hutan berubah ladang jagung," katamu "gerah menerkam pula di sini," balasku “begonia cane kirimanmu, menyegarkan sesaat," lanjutku kulempar pandangan keluar dari kaca mobil tak tertutup pohon-pohon peneduh menyisa batang, ranting telah memberai deduannya terbang ke dalam mobil membekap mulut Kindang, Mei 2022 [irp]

Pinta Orang Penting

  empat gelas kopi tersaji di atas meja sepiring pisang goreng mengawalnya pisang itu di tebang ayah di belakang rumah lalu diammu' ibu dalam karung putih bekas hingga ballung lalu digoreng dengan minyak goreng sisa yang setengah hidup dihemat ibu suatu ketika orang penting di negara ini meminta rakyatnya makan dua biji saja pisang agar kenyang agar sawah leluasa ditanami beton agar air tanah cepat menghilang agar kita belajar meminum darah sendiri Kindang, Mei 2022 [irp]

Tangan Kecil

  tangan kecil itu menjulur ke keluar jendela mobil lalu sampah berhamburan dari tangannya matanya berderai-derai kegirangan saat sampah itu menerpa seorang pengendara motor Kindang, Mei 2022 [irp]

Pepohonan Pindah ke Kota

  semalam hujan turun solongan depan rumah meluap seekor anak kucing meraung-raung pecahkan sunyi pagi harinya matahari tumbuh anak kucing itu ditemukan mati dalam kantong plastik yang dibuang entah siapa pagi hari air solongan masih berwarna cokelat tersiar kabar ada longsong di ujung kampung yang pepohonannya telah berpindah ke kota sejak setahun lalu Kindang, Mei 2022 [irp]
Topik terkait
#sastra hijau #ekologi sastra #puisi lingkungan #sastra dan lingkungan #puisi berdiksi alam