Terinspirasi dari Kopi Luwak, Anggota Brimob di Makassar Produksi Kopi Maggot

Klikhijau.com โ€“ Minum kopi sudah jadi sebuah kebudayaan. Kopi di Indonesia terus berkembang dengan ragam teknik pengolahan. Kopi luwak misalnya dikenal mahal karena melibatkan luwak sebagai bagian dar...

Terinspirasi dari Kopi Luwak, Anggota Brimob di Makassar Produksi Kopi Maggot
Bacakan Artikel

Pemilahan biji kopi pilihan adalah kuncinya. Sebagaimana kopi luwak, Pak Pur memulai pemilahan biji kopi yang fresh dan matang yakni berwarna merah chery alias masak di pohon.

Biji kopi terbaik inilah yang kemudian difermentasi dengan beberapa enzim selama 1 minggu dalam kantong tertutup dan kedap udara.

[irp]

โ€œSetelah proses ini selesai baru kita buka dan diberikan makan pada maggot BSF yang sudah disiapkan dalam nampan. Kedalaman buah kopi tidak lebih dari 5 cm, agar maggot bisa maksimal dalam memakan kulit buah biji kopiโ€.

โ€œDi sini ada fermentasi alami dari maggot BSF pada buah kopi, ada beberapa enzim yang dikeluarkan dari maggot BSF tersebut. Serta ada hawa panas dari tubuh maggot yang akan menunjang proses fermentasi berjalan dengan baik,โ€ lanjutnya.

Untuk buah kopi sebanyak 5 kg bisa terfermentasi dan dimakan maggot sekira 1 kg. Proses ini akan berlangsung selama lebih kurang 10 hari. Tergantung banyaknya Maggot yang ditaruh dalam nampan. โ€œSemakin banyak maggot, semakin cepat pula fermentasi tersebut,โ€ tambahnya.

Ramah lingkungan dan kaya khasiat

Meski pola kerjanya dalam memilah biji kopi pilihan agak mirip dengan kopi luwak, Pak Pur menegaskan bahwa kopi maggot punya keistimewaan tersendiri yakni prosesnya yang ramah lingkungan.

Selain itu, proses fermentasi kopi maggot juga tidak mengeksploitasi satwa langka.

โ€œMaggot BSF sangat mudah dikembangkan di berbagai tempat dan lokasi. Jadi, selain mengelola sampah organik di rumah, ada nilai tambah pula dengan produksi kopi maggot,โ€ katanya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: