Tanaman Rekayasa Genetika, Tingkatkan Hasil Panen dan Mereduksi Emisi GRK

Klikhijau.com – Meski sering dianggap kontroversial. Tanaman rekayasa genetika (GM) dianggap pula  sebagai tanaman yang dapat memenuhi permintaan global yang meningkat untuk produksi pangan. Saking...

Tanaman Rekayasa Genetika, Tingkatkan Hasil Panen dan Mereduksi Emisi GRK
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Meski sering dianggap kontroversial. Tanaman rekayasa genetika (GM) dianggap pula  sebagai tanaman yang dapat memenuhi permintaan global yang meningkat untuk produksi pangan.

Saking kontroversialnya, terutama di Eropa topik GM sering dipolitisasi. Padahal  literatur ilmiah yang ada telah menunjukkan bahwa tanaman GM dapat menghasilkan banyak manfaat, baik dalam bidang ekonomi, lingkungan, dan juga kesehatan.

Tanaman GM terbukti dapat pula meningkatkan hasil panen sehingga keuntungan pertanian lebih tinggi. Tidak hanya itu, tetapi juga dapat mengurangi penggunaan pestisida, karena penggunaannya jauh lebih rendah.

Apalagi saat ini upaya untuk meningkatkan produksi pangan menjadi perhatian terhadap perubahan iklim global. Hal itu dikarenakan pertanian menyumbang 25 persen dari emisi gas rumah kaca di seluruh dunia.

Kehadiran GM terbukti dapat membantu mengurangi emisi GRK melalui penyerapan karbon di tanah.

Dilansir dari Earth, dda sebuah sebuah studi baru-baru ini telah mengidentifikasi hubungan baru antara tanaman GM dan emisi GRK.

Meningkatkan hasil panen

Karena tanaman rekayasa genetika dapat meningkatkan hasil panen. Karena itu, para peneliti mempertimbangkan kemungkinan bahwa peningkatan hasil panen dapat mengurangi perubahan penggunaan lahan untuk mendukung produksi pangan.

Untuk mengevaluasi hipotesis ini, studi tersebut mempertimbangkan manfaat iklim yang akan terjadi melalui adopsi tanaman GM yang lebih luas di Uni Eropa (UE).

Uni Eropa dipilih untuk penelitian ini karena belum secara luas mengadopsi tanaman rekayasa genetika, dan sedang mengevaluasi kembali kebijakan regulasi GM. Analisis ini memberikan gambaran tentang dampak positif dari perubahan kebijakan.

Para peneliti mengevaluasi dampak Uni Eropa meningkatkan tanaman GM seperti jagung dan kedelai, ke tingkat AS. Tanaman yang dipilih secara luas ditanam di bagian lain dunia, tetapi hampir tidak di Eropa.

“Alasan utamanya adalah masalah penerimaan publik dan rintangan politik,” kata Dr. Matin Qaim, Direktur Pusat Penelitian Pengembangan di Universitas Bonn .

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2