Tanaman Rekayasa Genetika, Tingkatkan Hasil Panen dan Mereduksi Emisi GRK

Klikhijau.com – Meski sering dianggap kontroversial. Tanaman rekayasa genetika (GM) dianggap pula  sebagai tanaman yang dapat memenuhi permintaan global yang meningkat untuk produksi pangan. Saking...

Tanaman Rekayasa Genetika, Tingkatkan Hasil Panen dan Mereduksi Emisi GRK
Bacakan Artikel

Temuan penelitian ini mengejutkan, dan menyarankan bahwa peningkatan tanaman rekayasa genetika di UE dapat menghindari 33 juta ton setara CO2, kira-kira 7,5 persen dari emisi GRK pertanian tahunan UE.

Penulis penelitian berpendapat bahwa manfaat iklim terkait dapat diperoleh pada skala global. Uni Eropa mengimpor banyak jagung dan kedelai dari Brasil, di mana perluasan lahan pertanian berkontribusi terhadap deforestasi tropis.

Hasil panen yang lebih tinggi di UE dapat mengurangi sebagian dari impor ini dan dengan demikian membantu melestarikan hutan hujan Amazon.

Para peneliti juga optimis untuk masa depan, karena studi mereka terbatas pada variasi GM yang sudah ada.

“Teknologi pemuliaan genomik baru saat ini sedang digunakan untuk mengembangkan berbagai aplikasi tanaman baru yang dapat mengarah pada manfaat mitigasi dan adaptasi perubahan iklim tambahan di masa depan,” kata Dr Qaim.

Keunggulan lain dari GM

Dilansir dari distan.bulelengkab bahwa teknologi rDNA atau Genetically Modified Organism (GMO) kelak memiliki  peran yang sangat penting.

Teknologi ini  bisa menjadi strategi dalam peningkatan produksi pangan dengan beragam keunggulan, di antaranya:


  • Mereduksi kehilangan dan kerusakan pasca panen

  •  Mengurangi resiko gagal panen

  • Meningkatkan rendemen dan produktivitas

  • Menghemat pemanfaatan lahan pertanian

  • Mereduksi kebutuhan jumlah pestisida dan pupuk kimia

  • Meningkatkan nilai gizi

  • Tahan terhadap penyakit dan hama spesifik, termasuk yang disebabkan oleh virus.

Tidak hanya itu, teknologi rDNA juga memiliki keunggulan lain yang cukup mengejutkan, yakni:


  • Menghasilkan jenis tanaman baru. Tanaman yang tahan terhadap kondisi pertumbuhan yang keras seperti lahan kering, lahan yang berkadar garam tinggi dan suhu lingkungan yang ekstrim.  

  • Toleran terhadap herbisida yang ramah lingkungan yang dapat mengganggu gulma, tetapi tidak mengganggu tanaman itu sendiri.  

  • Meningkatkan sifat-sifat fungsional yang dikehendaki, seperti mereduksi sifat atau daya alergi (toksisitas), menghambat pematangan buah, kadar pati yang lebih tinggi serta daya simpan yang lebih panjang

  • Memiliki sifat-sifat yang lebih dikehendaki, misalnya kadar protein atau lemak dan meningkatnya kadar fitokimia dan kandungan gizi.


Jadi, bagaimana sahabat hijau, tertarik mengembangkan tanaman ini, meski melahirkan kontroversial?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2