Tag: ekologi-sastra
Klikhijau.com merupakan media berbasis online yang concern pada isu lingkungan, kehutanan dan gaya hidup ramah lingkungan. Selain menerbitkan artikel dan liputan, Klikhijau juga aktif dalam program edukasi dan pendampingan dalam upaya menguatkan literasi lingkungan dalam masyarakat.
Matamu dan Sampah di Kepalaku
Matamu dan Sampah di Kepalaku kantuk tiba di matamu sebagai hujan. hidupkan bunga kamboja di belakang rumah. aku suka memanen senyummu jelang tidu...
Waktu Terbaik Mencintai Hujan
Klikhijau.com - Kali di depan rumah tercipta dari kencing. Suatu malam yang hujan, seorang lelaki menahan kencingnya hingga pagi. Perutnya membesar. Lalu saat...
Menangisi Kekeringan
Jadi Hujan kita telah jadi hujan, dimaki sepanjang hari seorang bocah yang telat main bola. lapangan jadi becek, ibunya tak ingin ia flu kita mengguyu...
Bahu Hujan
Bahu Hujan Aku mengenangmu sebagaimana kau dulu bersandar pada senja dan hujan rintik-rintik Lemparkan jaring kesedihan pada mata samuderaku yang ti...
Air Hilang dalam Hujan
Pernikahan Gerimis "Kau masih suka gerimis?" tanyaku. Kau hentikan seruputan kopimu. Tatapanmu mengarah ke mataku. Tatapan yang pernah begitu akrab d...
Jati Belanda Ibu
Belantara Kau tak harus kabur dulu ke belantara Cari sejuk dan hijau dedaunan Atau ke sela-sela bayangmu Agar dapat menjauh dari hiruk pikuk ibu k...
Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah
Menakar Seduhan Kopi untuk Ayah aku baru saja mengantar ibu ke kebun tempat segala mimpinya tumbuh bertumbuh pohon-pohon kopi tanpa buah menyambu...
Tanaman Rahasia Depan Rumah
Kenapa pohon tumbuh begitu cepat? Kenapa pohon tumbuh begitu cepat? Aku tak punya jawaban Selain membiarkan pertanyaanmu mengambang di udara Di...
Tak Ada Sesiapa di Perut Ikan
Pepohonan Hilang di Mata Kau datang berteriak Di belakangmu kata-kata lengang tak bergerak Kau membuang jubahmu ke tanah kering gersang Kau tela...
Para Pembunuh Bumi
Hujan sejak sore masih menyisakan cuaca basah. Apparalang sudah ditutup sejak magrib tadi, tapi lampu pijarnya masih dibiarkan tetap menyala, meremangi meja dan...
Mata Kunang-kunang
Malam tiba. Kamu terbaring di sampingnya. Lagu Bugis terus mengalun. Terus mengalun. Menampar-nampar sepi. Meramu malam lebih eksotis. Di luar gerimis sedang...