Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Jati Belanda Ibu

Belantara   Kau tak harus kabur dulu ke belantara Cari sejuk dan hijau dedaunan Atau ke sela-sela bayangmu Agar dapat menjauh dari hiruk pikuk ibu kota Juga terang lampu jalan yang berlar...

Oleh Nona Reni 29 Apr 2023 03:48 2 menit baca

Belantara

  Kau tak harus kabur dulu ke belantara Cari sejuk dan hijau dedaunan Atau ke sela-sela bayangmu Agar dapat menjauh dari hiruk pikuk ibu kota Juga terang lampu jalan yang berlarian di atas kepala Yang buatmu terjaga sepanjang malam Sebab di sana tak pernah ada seribu raja Meski seribu maut mampu memanah jantungmu Tak ada papan-papan iklan Maupun maklumat kasar yang ditulis dengan tergesa-gesa Kau pun tahu, pada akhirnya Belantara itu telah terkubur jauh dalam tubuhmu Berumah dalam rahasia yang hilang Menjadi drama memilukan Di antara paradoksnya kehidupan Belantara di luar tubuhmu telah ranggas Dimakan polusi dan tangan manusia Tak puas dan puasa Kau kini mulai terbatuk-batuk Tak ada lagi dedaunan menyaring udara Menyaring matahari sampai ke matamu Semua jadi api 2023 [irp]

Gerutu Hujan

  Aku memetik namaMu di langit Pada fajar yang menegadah di antara rimbun markisa dan pohon kersen Meletakkannya di hatiku Awan mengirimkan isyarat Dhuha Yang hanyutkan aku pada harumnya Kuhamparkan namaMu sebagai sajadah Menjadi mihrab dalam nadiku Nama ibu yang mulai dilupa musim Seperti gerutu hujan yang tak tega turun Lama aku tersesat dalam belantara hidup Menjelma air terjun yang tak lelah jatuh Lalu mengalir jauh ke laut Membawa sampah-sampah dari gunung 2023 [irp]

Jati Belanda Ibu

  Hajatan dimana-mana Piring, gelas dan aroma-aroma sedap berlalu-lalang dalam kepala Di sudut rumah kau terduduk berkawan sepi Sesekali menengok daun mangga yang ranggas di pekarangan Rasa lapar tak mampu menahan kau lebih lama Berkali-kali kau meraih dompet Memastikan isi amplop yang akan kau bawa Namun tak ada serupiahpun di dalam sana Bertahun sudah Kekosongan yang memenjarakanmu lebih sering dari kematian Bertandang menjadi seonggok dompet kosong Sejak hutan jati Belanda Di belakang rumahmu dibabat habis penguasa Jati Belanda itu warisan ibu Menyimpan banyak cericit burung Suara serangga Dan menahan air hujan tak sampai ke dapur Lalu penguasa datang membabatnya Menjadikannya jalanan, rumah, dan jembatan menuju maut 2023 [irp]

Erosi Hati Musim

  Selimut kemarau telah lebih dahulu bertandang Membawa kabar tentang hujan yang tak jua kunjung Sungai dan pemburu itu masih saja setia bercerita Tentang apa yang paling ia sukai sampai bergantilah musim. Hujan datang tak pelan—sungai meluap-luap seperti hati-hati yang berperang Maka itu ia ditugaskan datang Maka banjir kali ini akan lama; mengusir--menggusur emosi. Watansoppeng, 2015 [irp]
Topik terkait
#ekologi sastra #puisi lingkungan #sastra dan lingkungan #jati belanda #puisi ibu