Menangisi Kekeringan
Jadi Hujan kita telah jadi hujan, dimaki sepanjang hari seorang bocah yang telat main bola. lapangan jadi becek, ibunya tak ingin ia flu kita mengguyur sepanjang hari. kabulkan doa petani tu...
Jadi Hujan
kita telah jadi hujan, dimaki sepanjang hari seorang bocah yang telat main bola. lapangan jadi becek, ibunya tak ingin ia flu
kita mengguyur sepanjang hari. kabulkan doa petani tua. sawahnya kekeringan. setelah semen irigasi masuk kantong.
tandabaca, Feb 2025
[irp]Menyambut di Bumi
aku sedang sendiri ketika kabut datang. ia tutupi mataku dengan wajahmu yang samar. lebih berkabut.
pelangi sudah lama hilang di langit. sejak tak ada pohon tempat menyambut ia di bumi
tandabaca, 2025
[irp]Ketakutan Ibu
pohon di samping rumah meranggas. ayah memotong akarnya bulan lalu.
ketika angin bertiup. ibu menutup mata dan telinganya. ia berlari meninggalkan rumah
tandabaca, 2025
[irp]Menangisi Kekeringan
kopi telah usai kau sesap. saatnya mencuci gelas
air tak lagi mengalir
air berpindah ke matamu jadi air mata. menangisi kekeringan.
2025
[irp]Sebagai Sawah
aku tiba di mata sebagai sawah. bawa gemericik air, lumpur, dan juga aroma asing.
tak ada apa selain itu. selalu ingin kau tanami dengan pasir, semen, dan batu
[irp]
2025