Green Life Style Versi penuh
Sastra Hijau

Tanaman Rahasia Depan Rumah

Kenapa pohon tumbuh begitu cepat?   Kenapa pohon tumbuh begitu cepat? Aku tak punya jawaban Selain membiarkan pertanyaanmu mengambang di udara Di mainkan angin Terkadang aku merasa ir...

Oleh Nona Reni 15 Jan 2023 08:30 2 menit baca

Kenapa pohon tumbuh begitu cepat?

  Kenapa pohon tumbuh begitu cepat? Aku tak punya jawaban Selain membiarkan pertanyaanmu mengambang di udara Di mainkan angin Terkadang aku merasa iri padamu Apapun yang bersentuhan denganmu mudah tumbuh dan berbiak Sayur, bunga, ataupun gulma, juga kesedihan Pekaranganmu di huni banyak hal Sentuhan ibu, ayah, maupun sanak saudaramu Mereka sama sepertiku Hal-hal yang bertumbuh dari sentuhan tartil dan tilawahmu Aku ingin menanam banyak pohon di matamu Membiarkannya merimbun Dan kau akan merawatnya Menyiraminya air mata setiap terjaga Ketika mulai merimbun Menjadi rimba Aku akan menetap di matamu, Hirupi segala udara dari mulutmu Ssttt, jangan biarkan aku bersin.. Januari 2023 [irp]

Tanaman Rahasia Depan Rumah

  Januari selalu datang membawa basah Tak terkecuali di kampungmu Daun-daun pisang mulai menguning Padahal jantungnya baru kau tebas kemarin sore Beberapa pot kaktus yang luput kau selamatkan juga memilih mengeringkan diri Dengan caranya sendiri Durinya tak lagi menjadi ancaman untukmu Lalu matamu beralih ke halaman rumah Sebelum basah tiba, kau menanam banyak hal di sana Ada cabe, ketela, kemangi dan sesuatu yang belum kau beri nama Halaman itu yang sering kali di kunjungi kucing dan ayam tetangga Mematuk-matuk dan berguling-gulingan bebas seperti dihamparkan pada permadani hijau Di sore dingin yang tak henti menyiramkan air dari langit Halamanmu menjelma sungai Airnya mengingatkanmu pada gelas yang isinya telah kau tenggak habis Kau ingin sekali menceburkan diri Menari bersama tanaman-tanaman dan rahasia-rahasiamu Tetapi kau selalu takut pesan ibu Basah akan menelanmu hidup-hidup. 2023 [irp]  

Bumbu Dapur Ibu

  Kau baru saja melubangi tanah dengan sekop warisan bapakmu Semestinya kau menggunakan linggis atau cangkul Tapi tak ada warisan lain dari ayahmu kecuali sekop itu Dari sekop itu telah banyak diciptakan lubang Ia leluasa menanaminya apa saja Termasuk biji keringat, biji cengkeh, biji merica dan tunas kelapa Lalu ia akan berumah di antara biji-bijian itu bertahun-tahun Sembari menyabar-nyabarkan kau yang terlalu sering jajan Kebiasaan yang mengharuskan dapur ibumu lebih sering kehilangan bumbu dapur, minyak sawit maupun tabung gas tiga kiloan Kau menggali satu lubang lagi Untuk menanam dirimu sendiri Yang telah menjelma akar pohon beringin [irp]
Topik terkait
#puisi #ekologi sastra #puisi lingkungan #sastra lingkungan #puisi alam #tanaman rahasia