Green Life Style Versi penuh
Sastra Hijau

Aku Akar itu, Kau Pohon itu

Pohon di Tubuh Waktu   petasan meledak di hati, penuh warna duka-duka percikan api ke empat mata arah bakar semua hutan di tubuh aku melintasi semua jalan angin kencang, jalan basah, po...

Oleh Irhyl 01 Jan 2023 03:09 2 menit baca

Pohon di Tubuh Waktu

  petasan meledak di hati, penuh warna duka-duka percikan api ke empat mata arah bakar semua hutan di tubuh aku melintasi semua jalan angin kencang, jalan basah, pohon tumbang banjir di hati jadi darah kusadap darah dari hati akar-akar pepohonan meratap lenyap satu demi satu ke permukaan lalu roboh cacing-cacing menggeliat petasan tumbuh pada tubuhnya meledak... segala pohon di tubuh waktu tergeletak di tepi tebing itu di bawahnya sungai berair kopi susu meraung lapar Januari 2023 [irp]  

Aku Akar itu, Kau Pohon itu

  :di pohon mana mesti bersandar, Riendu angin menerjang semua sisi hujan merembes ke dalam segala ke mata, ke hati, ke celana dalam berwarna akar rumput di sini, Riendu hutan telah terbabat habis dari tubuh tapi kau membawa bibit-bibit pohon dari perasan segala doa, seluruh harapan kau menyemainya dan aku menggarapnya kita akan menanaminya selepas semua air mata air kali depan rumah terus saja membawa semua arah ke arahmu, Riendu aku renangkan semuaku dan semuamu utuh pada napas bumi pohon-pohon terus diterjang angin, disirami hujan, direndami banjir Ah, Riendu semua bisa tiba dengan segala irisan, tetakan, tapi aku akar itu kau pohon itu satu, menyatu Januari 2023 [irp]

Sampah Bersalin Wajah di Tubuh Ayah

  ibu baru saja membeli ikan pagi tadi memasaknya terburu-buru ayah akan ke kebun cari napas ikan itu masak di wajan ibu ayah melahapnya ikan-ikan dari laut itu di bawa seorang lelaki berbaju merah dengan motor metic berasap tebal alhamdulillah, ucap ayah usai makan ia meneguk air, menyiram tenggorakan renangkan ikan dalam perutnya ikan-ikan itu berubah daging di tubuh ayah juga gumpalan-gumpalan di pembulu darah sebulan kemudian, ayah sesak napas seluruh napas yang dicari di kebun hilang di kartu bpjs yang menunggak di darah ayah, kata dokter sesuatu berenang liar menyumbat segala aliran sesuatu itu tak terlihat terlalu halus, terlalu mini sesuatu itu datang dari darat lalu ke laut dibawa ikan yang dibeli ibu dilahap ayah ibu tak tahu itu, tak pernah tahu itu sampah plastik yang bersalin wajah yang di buang ibu di kali depan rumah pada setiap pagi... Kindang, 1 Januari 2023 [irp]
Topik terkait
#puisi #hutan #pohon tumbang #puisi lingkungan #puisi pohon