Setengah Abad Hari Bumi Tanpa Kesadaran Kolektif

Klikhijau.com โ€“ Hari ini, 22 April 2020 diperingati sebagai hari bumi sedunia. Kita telah sampai pada masa setengah abad hari bumi tanpa kesadaran kolektif. Bumi dengan seribu satu bebannya karena man...

Setengah Abad Hari Bumi Tanpa Kesadaran Kolektif
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Hari ini, 22 April 2020 diperingati sebagai hari bumi sedunia. Kita telah sampai pada masa setengah abad hari bumi tanpa kesadaran kolektif. Bumi dengan seribu satu bebannya karena manusia.

Seperti kata Mahatma Gandhi: Bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, namun tidak cukup untuk memenuhi kerakusan manusia.

Corona telah membungkam kecongkakan manusia. Seisi bumi menjadi panik dan takut. Andai ada satir yang mewakilkan satu โ€œkesyukuranโ€ di saat terjadinya wabah ini. Maka itu datang dari bumi.

Bumi yang mewakili alam semesta selama ini menjadi obyek penderita atas kerakusan dan gaya hidup destruktif manusia.

Corona hadir memberikan jeda pada bumi dan semesta untuk sekadar beristirahat sambil menormalkan kembali dirinya. Secara kebetulan Corona hadir di tengah peringatan setengah abad hari bumi internasional.

[irp]

Hari bumi tanpa Kesadaran Kolektif

Tak bisa dipungkiri Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat menjadi tokoh utama lahirnya Hari Bumi. Dia memulai perjuangannya 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama.

Awalnya Gaylord berharap bisa membawa masuk isu lingkungan kedalam agenda nasional, namun gagal. Gaylord kemudian melakukan kampanyenya sendiri dengan melakukan perjalanan ke beberapa negara bagian.

Dia lalu menemukan sebuah fakta bahwa semua orang menyadari penurunan kualitas lingkungan, kecuali kalangan politik. Usahanya terus berlanjut hingga pada musim panas 1969.

Sang Senator terinspirasi oleh keberhasilan aksi demonstrasi anti-perang Vietnam yang menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dia pun melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: