Serentak Bergerak Wujudkan Pendidikan Lingkungan bagi Anak

Klikhijau.com –  “Ayo, Om, kita ke Tanda Baca ambil botol plastik!” ajak Sahira, ponakan saya yang baru berumur 6 tahun. “Untuk apa?” “Saya mau buat mobil-mobil daur ulang,” jawabnya Saya ter...

Serentak Bergerak Wujudkan  Pendidikan Lingkungan bagi Anak
Bacakan Artikel

Bukti nyata jika lingkungan kita sedang tidak baik-baik saja adalah setiap saat  kita disuguhi tontonan dan berita bencana alam. Penyebabnya adalah kerakusan  manusia.

Olehnya itu, harus diakui masa depan manusia akan sangat bergantung pada generasi mendatang, yakni anak. Merekalah yang akan menciptakan lingkungan yang baik dan aman—tidak membuatnya semakin parah.

Hal tersebut bisa tercapai jika   sejak dini telah dibekali dengan pendidikan lingkungan hidup yang baik. Dan peran dunia pendidikan dalam hal ini sangat penting. Karena, pendidikan merupakan hal   yang dibutuhkan oleh manusia  sebagai  bekal mengarungi masa depan.

Empat pilar pendidikan lingkungan

Delors Report dalam Campbell (2001) mengungkapkan jika  pendidikan lingkungan hidup didasarkan pada empat pilar pendidikan

  1. Learning to know, yakni pendidikan untuk mengetahui dan memahami lingkungan hidup dengan segala aspeknya.

  2. Learning to do, yakni pendidikan untuk menanamkan sikap, kemampuan dan keterampilan dalam melestarikan lingkungan

  3. Learning to live together, yakni  pendidikan untuk menanamkan cara hidup bersama di bumi yang harus diamankan kelestariannya bagi generasi yang akan datang.

  4. Learning to be, yakni pendidikan untuk menanamkan keyakinan mendalam bahwa manusia merupakan bagian dari alam, bahwa manusia merupakan teman dan bukan lawan alam, serta dalam kehidupannya harus bertindak secara ramah dan bijaksana memperlakukan alam.


[irp]

Meilani, (2011) mengatakan jika  tujuan dari pendidikan lingkungan hidup, pada dasarnya untuk mengubah perilaku individu menjadi perilaku yang positif terhadap lingkungan (perilaku ramah lingkungan).

Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam meraih keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan hidup, juga menjadi sarana yang sangat penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Apalagi menurut Setyowati (2014)  manusia adalah makhluk ekologis yang juga masuk dalam jaringan ekosistem yang luas. Hal ini  membuat manusia harus selalu mempertimbangkan faktor lingkungan dalam setiap kegiatan maupun pembangunan.  .

Dan semoga Sahira beserta jutaan anak Indonesia mendapat pendidikan lingkungan. Sebab mereka adalah  garda terdepan bangsa dalam menjaga alam Indonesia agar tetap lestari.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: