Seekor Camar di Bahu Mercusuar

Seekor Camar di Bahu Mercusuar   Seekor camar bertengger di bahu mercusuar Tak ada yang menyangsikan persahabatan mereka Kecuali lampu menara yang kian redup Mercusuar itu telah hidup be...

Seekor Camar di Bahu Mercusuar
Bacakan Artikel

Seekor Camar di Bahu Mercusuar


 

Seekor camar bertengger di bahu mercusuar
Tak ada yang menyangsikan persahabatan mereka
Kecuali lampu menara yang kian redup

Mercusuar itu telah hidup beratus tahun
Menyelamatkan berbagai kapal dan kepala nelayan yang tersesat
Tiang penopangnya meringkih rintih
Camar tahu betul, usia sahabatnya hampir karam

Suatu sore, mereka bercakap
Memamitkan beberapa hal yang barangkali tak mampu dicerna otak manusia
Laut memandang lepas mereka, seakan menyaksikan sebuah peristiwa bersejarah
Penuh nostalgia dan air mata

Burung camar terbang membelah dan belai langit
Di tengah badai, ia mendengar mercusuar sahabatnya berderak hebat.

"Kau memang telah tua, sahabatku. Sudah waktunya kau beristirahat."

Mercusuar itu roboh, tak ada penyesalan baginya
Tugasnya telah purna
Dan begitulah, ia hidup di ingatan camar
Menjadi wangi yang begitu samar

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: