Sederet Aktivitas Menarik Christa Nooy, Aktivis Lingkungan Asal Belanda di tandabaca, Kindang

Klikhijau.com – “Wao,  indah sekali.” Itu kata pertama yang diucapkan Christa Nooy  saat tiba di tandabaca, Desa Kindang, Bulukumba. Ia mengucapkan dengan dua bahasa secara bergantian, Indonesia dan I...

Sederet Aktivitas Menarik Christa Nooy, Aktivis Lingkungan Asal Belanda di tandabaca, Kindang
Bacakan Artikel

[caption id="attachment_32047" align="aligncenter" width="1000"] Christa sedang memetik cengkeh di tandabaca-foto/Ir[/caption]



  • Meminum tuak manis



Setelah memetik cengkeh, Christa bersama ECOTON kemudian mencoba tuak manis. Ada dua jenis tuak manis yang disuguhkan tim tandabaca, tuak manis mentah dan tuak manis panas yang telah mendidih.

“Ini lebih enak,” kata Christa sambil menunjuk gelas yang berisi tuak manis mentah. Di Desa Kindang nama tuak ini adalah tuak tanning jambu.

Tuak tanning jambu adalah tuak yang tidak memabukkan. Tuak inilah yang dibuat gula merah atau gula aren.

Christa memilih tuak tanning jambu karena rasanya tidak terlalu manis, sementara tuak panas, menurutnya terlalu manis baginya.



  • Kopi hitam tanpa gula



Selain tuak manis, minuman lain yang disuguhkan adalah kopi hitam. Christa rupanya lebih menyukai kopi hitam tanpa gula. Ia menyeruputnya dengan nikmat.

[irp]



  • Bertemu kopi balanda



Di tandabaca, tumbuh beberapa pohon kopi liberika. Masyarakat Kindang menamai kopi ini dengan dua nama, kopi lompo dan kopi balanda.

Dinamai demikian, mungkin karena pohonnya jauh lebih besar daripada kopi robusta dan arabika. Lompo artinya besar, sementara penamaan kopi balanda, bukan Belanda—belum ada penjelasan yang lebih detail kenapa dinamai demikian.

“Ini kopi balanda,” kata saya kepada Christa.

“Belanda,” sahutnya

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: