Satu-Satunya Badak Sumatera Jantan yang Tersisa di Malaysia, Mati!

oleh -276 kali dilihat
Satu-Satunya Badak Sumatera Jantan yang Tersisa di Malaysia, Mati!
Badak Sumatera/Foto-Inhabitat

Klikhijau.com – Seekor badak sumbu Sumatera jantan terakhir bernama Kertam dilaporkan meninggal tengah hari pada Senin lalu (27 Mei 2019). Kini, satwa langka tersebut hanya tersisa seekor betina dari spesies yang sama di Malaysia.

Tam, badak jantan itu diperkirakan meninggal karena usianya yang memang sudah tua. Upaya untuk membiakkan Tam dengan betina dari spesies yang sama pun tak berhasil.

Sebelumnya, sudah diketahui jika Tam menderita kerusakan ginjal dan hati selama beberapa waktu.

Menteri Pariwisata, Kebudayaan dan Lingkungan Hidup Malaysia, Datuk Christina Liew mengatakan sedih mendengar berita meninggalnya badak Sumatera ini.

KLIK INI:  Dianggap Membawa Keberuntungan, 4 Hewan Ini Diburu dan Terancam Punah

“Sayangnya, Tam meninggal di siang hari, sekitar tengah hari Senin, 27 Mei. Segala upaya telah dilakukan, ungkapnya seperti dilansir dari msn.com.

Badak Sumatera merupakan satu dari lima spesies badak, dan hanya satu dari tiga badak yang ditemukan di Asia.

Badak Sumatera dapat ditemukan di Bhutan, India, Cina, Malaysia, Indonesia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Laos. Badak Sumatera adalah spesies badak terkecil di dunia.

Terancam punah

Badak juga mengalami nasib sama dengan kebanyakan spesies lain yang berada di ambang kepunahan. Badak terancam punah karena penggundulan hutan dan hilangnya habitat mereka.

Menurut para ahli, fragmentasi habitat alami adalah ancaman utama bagi populasi badak. Populasi yang terputus juga menyulitkan makhluk soliter ini untuk menemukan pasangan dan bereproduksi.

KLIK INI:  Begini Cara Simpanse Afrika Bertahan Hidup di Habitat tanpa Hutan

“Dengan penebangan, pembukaan jalan untuk pembangunan, lahan-lahan hutan yang tersedia semakin menyusut. Tentu sulit bagi mereka bertemu satu sama lain untuk berkembang biak,” ungkap Cathy Dean dari Save the Rhinos International.

Selain itu, badak juga sering diburu karena tanduknya dan keperluan pengobatan lainnya.

Uni Internasional untuk Konservasi Alam mencantumkan badak Sumatera termasuk satwa yang terancam punah. Meski Save the Rhino International percaya masih ada harapan bagi spesies ini.

Dari hasil penelitian mereka, hanya tersisa sekitar 20 badak yang memiliki keragaman genetik yang cukup untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan. Itupun jika mereka berhasil dikawinkan.

KLIK INI:  Demi Seekor Burung, Sebuah Lapangan Bola di Amerika Ditutup