Rp53 Triliun Ekspor Pertanian Afrika Timur Terancam: Regulasi Semakin Ketat

Klikhijau.com - Pendapatan ekspor Afrika Timur senilai Rp53,4 triliun (€2,75 miliar) terancam seiring pasar global semakin memperketat penegakan aturan ketertelusuran. Para eksportir pertanian kini...

Rp53 Triliun Ekspor Pertanian Afrika Timur Terancam: Regulasi Semakin Ketat
Bacakan Artikel

Pendekatan tersebut mencerminkan kondisi industri yang kian nyata: ketertelusuran bukan lagi fitur tambahan, melainkan standar minimum untuk memasuki pasar Eropa yang semakin selektif.

Kesalahpahaman terkait kompleksitas teknologi bagi petani kecil turut diluruskan dalam diskusi tersebut. Waithera Muriithi, Strategy & Innovation Lead di Café Africa Uganda, menegaskan bahwa ketertelusuran tidak dapat dicapai tanpa pemberdayaan petani.

“Ketertelusuran tidak akan tercapai tanpa pemberdayaan petani. Tantangannya bukan kemampuan teknis, tetapi kesadaran. Ketika petani memahami manfaatnya, tingkat adopsi meningkat secara signifikan,” ujarnya. Café Africa sendiri memimpin sejumlah

inisiatif nasional, termasuk gugus tugas EUDR dan pengembangan sistem data nasional untuk memperkuat koordinasi kepatuhan di tingkat negara.

Meski mencatat sejumlah kemajuan, Afrika Timur masih dihadapkan pada tantangan besar dalam memenuhi standar ketertelusuran global. Lebih dari 75% sektor pertaniannya di Ethiopia, Kenya, Tanzania, dan Uganda bergantung pada petani kecil— banyak di antaranya belum memiliki dokumen kepemilikan lahan formal yang diperlukan untuk verifikasi geolokasi. Fragmentasi rantai pasok dengan banyak perantara turut menyulitkan konsistensi data. Di sisi lain, infrastruktur digital belum memadai.

Penetrasi internet di kawasan baru mencapai 28,5%, jauh tertinggal dibanding rata-rata global 67,9% (Statista, 2025). Sementara itu, 80% petani kecil hidup di bawah garis kemiskinan (Regeneration & Co, 2025), sehingga pembebanan penuh biaya kepatuhan kepada mereka dinilai tidak realistis dan tidak adil.

[irp]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: