Resep Masakan dari Sungai

Di tengah kemelut ketidak-stabilan ekonomi yang melilit leher rumah tangganya. Wardi memutuskan melangkah ke sungai. Di sungai itu jika tak mancing, ia akan menyisir hingga hulu sungai dan menyetru...

Resep Masakan dari Sungai
Bacakan Artikel

[irp]

Hawalia sebenarnya setuju ia tutup kandungan. Baginya memelihara empat anak terlalu berat. Untuk mencukupi gizi keempatnya ia harus rela berpuasa. Jika tak, ia akan memakan sisa-sisa anaknya.

Pernah terbesit keinginan Hawalia untuk pergi jauh, mencari kerja dan hidup bebas menjauh dari kemiskinan. Tapi ia tak rela meninggalkan anak-anaknya.

Selain mengasuh anak, ia tak punya keahlian lain. Di tatapnya kembali buku resep masakan itu, sambil membayangkan betapa enaknya seandainya aneka masakan itu tersaji di atas meja makannya.

***

Rutinitas Wardi tetap sama, menyisiri sungai setiap hari. Tak lama lagi rutinitas itu akan berhenti. Ketika hujan siang malam mulai bertamu. Ia tak bisa lagi menyungai.

Di kolong rumahnya, banyak barang rongsokan dan dianggap tak berguna oleh orang lain yang ia kumpulkan dari sungai. Ia selalu khawatir jika barang-barang yang susah payah dikumpulkan akan kembali ke sungai terseret banjir.

Karena, setiap ke sungai ia tak pernah lagi fokus mencari ikan atau udang. Ia hanya ingin membersihkan sungai itu. Agar ketika hujan siang malam bertamu. Rumahnya bisa terbebas dari banjir.

โ€œBerhenti ke sungai, malu sama tetangga kamu jadi pemulung, jadi tukang bersih,โ€ tegur Hawalia geram.

Wardi tak menggubris teguran dan kemarahan istrinya. Ia tetap saja ke sungai. Sehabis salat Subuh. Ia telah menyisiri sungai. Membebaskannya dari sampah.

[irp]

Cibiran warga kampung menyengat telinganya. Namun, demi menyelamatkan barang-barang yang didapatkan dari sungai. Ia juga tak menggubris cibiran itu.

Aksinya itu, membuat istri Pak Ustadz simpatik. Ia yang biasa membuang sampah ke sungai menghentikan kebiasaannya.

Ia merasa tertampar dengan aksi Wardi, yang menerapkan hidup Islamiโ€”menjaga kebersihan lingkungan.[irp]

Istri Pak Ustadz bertekad, setiap jelang buka puasa. Ia akan menyiapkan makanan untuk Wardi dan keluarganya. Tekad itu benar-benar diwujudkan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: