Progresif, Timor Leste Akan Jadi Negara Pertama yang Merdeka dari Sampah Plastik

oleh -365 kali dilihat
Progresif, Timor Leste Akan Jadi Negara Pertama yang Merdeka dari Sampah Plastik
Bendera Timor Leste/foto-Lowy Institute
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Banyak negara di dunia termasuk Indonesia dilanda kegamangan akibat sampah plastik, tetapi Timor Leste boleh berbangga hati. Faktanya, negara bekas provinsi Indonesia itu akan menjadi negara pertama di dunia yang mendaur ulang seluruh sampah plastiknya.

Wah, sebuah kabar progresif. Pada Jumat, 17 Mei 2019 lalu, Pemerintah Timor Leste menyepakati pembuatan pabrik daur ulang bersama sekelompok peneliti Australia yang berada di bawah Australia’s Mura Technology. Kesepakatan itu berisi persetujuan pembangunan pabrik senilai USD 40 juta atau Rp2.8 triliun.

Dengan dibangunnya pabrik pengelolaan tersebut, nantinya di Timor Leste tidak akan ada plastik yang menjadi limbah. Seluruhnya akan diubah menjadi produk baru.

Pabrik non-profit bersama Mura Teknologi diberi nama RESPECT. Pembangunan pabrik ditargetkan dimulai pada akhir 2020.

KLIK INI:  2030 Taiwan Bebas dari Sampah Plastik, Indonesia Kapan Ya?

Salah satu penemu teknologi daur ulang yang bekerja di Mura, Thomas Maschmeyer menyebut pembangunan RESPECT adalah sebuah revolusi besar.

“Di negara kecil ini kami dapat membuat pernyataan bahwa mereka akan jadi negara plastik netral pertama di dunia, dan negara ini berada di wilayah polusi sampah plastik terbesar di dunia,” kata Maschmeyer, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu, 18 Mei 2019.

“Plastik jika tak dibuang dengan baik maka akan menjadi hal mengerikan. Namun, jika dibuang dengan baik maka akan menjadi luar biasa,” sambung dia.

Maschmeyer mengatakan di pabrik RESPECT mereka menggunakan teknologi kimia untuk mengubah plastik menjadi cairan atau gas tanpa menambahkan minyak mineral. Hal ini belum pernah dilakukan pihak mana pun.

“Masalah dari plastik adalah saat selesai menggunakan produk itu. Dalam hal ini kami dapat mendaur ulang secara kimiawi dan membuat mereka kembali pada perputaran ekonomi,” kata dia.

KLIK INI:  ADUPI Angkat Suara Soal Pelarangan Sampah Plastik, Begini Poin Aspirasinya!

Pembangunan pabrik tersebut disambut baik oleh Menteri Lingkungan Hidup Timor Leste Demetrio do Amaral.

“Ini adalah kolaborasi menarik bagi kami. Bukan cuma karena kami akan membuat perbedaan besar dalam hal pengurangan sampah plastik,” kata Demetrio.

“Timor Leste dapat dijadikan contoh bagi seluruh dunia,” tegas dia.

Populasi Timor Leste saat ini mencapai 1,3 juta jiwa. Data pemerintah menyebut setiap harinya terdapat 70 ton sampah plastik.

Sementara itu, setiap tahunnya sebanyak 8 juta ton sampah plastik dibuang ke lautan. China, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Thailand jadi negara teratas yang memproduksi sampah plastik.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Kapan kita benar-benar bangkit dari kepungan sampah plastik?

KLIK INI:  Di Balik Larangan Pemakaian Plastik, Bagaimana Nasib Pemulung?