BMKG Sulsel Himbau Masyarakat Berhati-hati Mengantisipasi Cuaca Buruk

oleh -23 kali dilihat
BMKG Sulsel Himbau Masyarakat Berhati-hati Mengantisipasi Cuaca Buruk
Ilustrasi hujan/foto-Ist
Azwar Radhif

Klikhijau.com – Dalam beberapa hari terakhir, Kota Makassar mengalami cuaca yang kurang bersahabat. Curah hujan yang tinggi dan angin kencang yang terjadi selama beberapa waktu terakhir menimbulkan kecemasan di hati publik Makassar.

Di Makassar sendiri, sejak malam tadi (1/4) beberapa ruas jalan dan pemukiman penduduk tergenang banjir. Dari beberapa pemberitaan media, banjir terjadi di sekitar Jalan Pettarani, Jalan Baji Gau, Inspeksi PAM, Kampung Asang Perintis Kemerdekaan dan beberapa wilayah di sekitar Kota Makassar.

Selain banjir, subuh tadi hujan disertai angin kencang juga melanda sebagian wilayah di Kota Makassar dan sekitarnya yang menyebabkan beberapa pohon tumbang. Akibatnya beberapa ruas jalan di Dr. Leimena dan Gelanggang Kapal tertutupi batang dan dahan pohon. Sebuah rumah di Katangka Kabupaten Gowa dikabarkan rusak diterpa batang pohon yang rubuh.

Beberapa waduk, termasuk waduk antang dikabarkan tengah meluap. Akibat dari tingginya curah hujan yang telah melanda Makassar selama 1 minggu terakhir.

Meski begitu, BMKG telah mengeluarkan himbauan kepada publik untuk mengantisipasi intensitas curah hujan di Kota Makassar selama 3 hari kedepan (1-3 April 2021).

BMKG Sulawesi Selatan memprediksi curah hujan yang tinggi disertai angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah di Sulawesi Selatan selama 3 hari di awal bulan April. Termasuk diantaranya Pesisir Barat (Kota/Kabupaten Pinrang, Parepare, Barru, Soppeng Pangkep, Maros, Makassar, Takalar dan Gowa. Serta beberapa daerah di pesisir selatan (Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Selayar).

KLIK INI:  Abrasi Sungai Jeneberang Mulai Cemaskan Warga Parangtambung

Pihak BMKG menganalisis tingginya intensitas hujan disebabkan oleh pergerakan dan penumpukan awan hujan dari arah pesisir laut menuju daratan.

Dalam Rilisnya, BMKG Menjelaskan, “Kondisi ini diperkirakan terjadi karena adanya labilitas kuat yang mendukung proses konvektif pada wilayah tersebut. Selain itu, kondisi MJO (Madden Julian Oscillation) aktif di kuadran 4 (Maritime Continent), Equator Rossby Wave (Gelombang Berpropagasi ke arah barat) yang aktif serta adanya daerah konvergensi sepanjang Selat Makassar menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah tersebut,” Tutur Pihak BMKG.

Untuk itu, BMKG berpesan agar masyarakat Sulsel lebih berhati-hati kedepannya untuk mengantisipasi terjadinya bencana ekologis.

“Masyarakat dan pengguna layanan transportasi darat/laut/udara dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometerologi yang ditimbulkan dari curah hujan tinggi disertai angin kencang yang berpotensi terjadi pada 3 hari kedepan (1-3 April 2021),” jelasnya.

BMKG menambahkan tingginya curah hujan bisa berpotensi pada terjadinya bencana banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, meluapnya area tambak budidaya dan keterlambatan jadwal penerbangan.

Masyarakat juga diharap memperhatikan informasi yang dikeluarkan oleh pihak BMKG, termasuk persoalan penanganan mitigasi bencana, agar dapat dilaksanakan pencegahan dan penanganan dengan baik.

KLIK INI:  Program Adipura dan 5 Permasalahan Mendasar Soal Persampahan