3 Nama Bunga yang Sering Dipakai Menyamarkan Identitas Perempuan

oleh -48 kali dilihat
3 Nama Bunga yang Sering Dipakai Menyamarkan Identitas Perempuan
Bunga melati-foto/Fixbay

Klikhijau.com – Nama bunga atau kembang kerap digunakan para awak media untuk mengganti nama seorang perempuan. Khususnya perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual.

Kita biasa membaca atau mendengar, “Sebut saja Mawar (nama samaran). Penggunaan nama Mawar tersebut untuk menyamarkan identitas korban.

Tujuannya adalah untuk melindungi korban itu sendiri, termasuk keluarganya. Karena mereka memang harus dilindungi, jika identitasnya terbongkar, bisa saja berakibat fatal.

Selain menyamarkan nama korban, biasanya ada pula awak media (wartawan) ada yang menulis inisial korban saja. Semisal inisial Y, AN, SN dan lain sebagainya.

KLIK INI:  Bukan Sekadar Valentine, Ini Fakta Tentang Bunga Mawar Lainnya!

Melindungi korban kejahatan susila dan anak, mendapat jaminan dari Pasal 5 Kode Etik Jurnalistik yang berbunyi  “Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan”.

Jika merujuk pada pasal 5 Kode Etik Jurnalistik di atas, artinya bukan hanya korban kejahatan susila yang mendapat perlindungan, tetapi juga yang masih berstatus anak. Kata anak ini adalah seseorang yang berusia kurang dari 16 tahun dan ia belum menikah

Identitas menjadi hal yang krusial bagi seseorang. Pada pasal 5 Kode Etik Jurnalistik, identitas bisa mengandung pengertian, semua data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacaknya, tidak boleh disebarkan.

Untuk melindungi korban pelecehan seksual atau kejahatan susila ada bebarapa nama yang biasa dipakai wartawan untuk menyamarkan identitas korban. Di antara nama-nama tersebut, ada tiga nama bunga yang kerap digunakan, yaitu:

1. Bunga mawar

Nama bunga ini paling sering dipakai untuk menyamarkan nama perempuan, khususnya yang menjadi korban kekerasan seksual, semisal pemerkosaan.

Bungga mawar adalah jenis tanaman semak. Ia berasal dari genus Rosa. Untuk mawar yang tumbuh liar terdapat lebih dari 100 spesies.

Tanaman ini menyukai udara yang sejuk. Spesies mawar secara umum adalah tumbuhan semak yang berduri.

Bunga ini bisa tumbuh hingga mencapai  2 hingga 5 meter. Untuk sebagian spesies, daun mawar rata-rata memiliki panjang  5–15 cm dengan daun majemuk. Setiap tangkai daunnya terdiri 3, 5 hingga 9 atau 13 anak daun.

Sementara untuk daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong. Memiliki pertulangan menyirip, meruncing pada ujung daunnya, tepi tepi beringgit, dan berduri pada batang yang dekat ke tanah.

Bunga mawar kerap pula dianggap sebagai lambang cinta. Iya, dalam kisah percintaan, bunga inilah yang paling dominan digunakan sepasang kekasih untuk mengungkapkan perasaan cintanya satu sama lain.

Bunga mawar memiliki klasifikasi ilmiah:

  • Famili     : Rosaceae
  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi      :Magnoliophyta
  • Ordo       : Rosales
  • Kelas      : Magnoliopsida
  • Subfamili: Rosoideae
  • Genus      : Rosa L
KLIK INI:  Araceae, Tumbuhan Potensial yang Terancam Degradasi Hutan
2. Bunga melati

Bunga ini merupakan tanaman hias perdu. Memiliki batang yang tegak. Ia adalah tanaman yang hidup menahun.

Melati menjadi tanaman genus yang berasal dari semak. Ia tanaman merambat yang digolongkan ke dalam keluarga zaitun (Oleaceae).

Di dunia ini melati terdiri dari sekitar 200 spesies. Tumbuhan ini adalah tumbuhan asli daerah beriklim tropis dan hangat dari Australasia, Oseania, dan Eurasia.

Di Indonesia, bunga melati putih atau Jasminum sambac dipilih menjadi bunga atau simbol nasional.

Dipilihnay melati putih sebagai bunga nasional karena bunga ini melambangkan kemurinian dan kesucian.

Selain itu, bunga ini erat kaitannya dengan berbagai tradisi dari banyak suku di Indonesia. Misalnya  menjadi hiasan rambut pengantin perempuan dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, khususnya suku Jawa dan Sunda.

Berikut klasifikasi ilmiah bunga melati:

  • Genus     : Jasminum
  • Famili     : Oleaceae
  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi      : Magnoliophyta
  • Ordo       : Lamiales
  • Kelas       : Magnoliopsida
3. Bunga dahlia

Tanaman  perdu berumbi ini  memiliki sifat tahunan (perenial). Ia berbunga di musim panas hingga musim gugur.

Di Meksiko, bunga dahlia dinobatkan sebagai bunga nasional negara tersebut, yang merupakan asal dari bunga ini.

Selain itu, bunga dahlia telah menjadi bunga resmi kota Seattle, negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Bunga ini merupakan makanan larva beberapa spesies Lepidoptera (jenis kupu-kupu). Sayangnya dahlia merupakan bunga yang terlambat dikembangbiakkan.

Bunga ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

  • Kerajaan: Plantae
  • Genus     : Dahlia
  • Famili     : Asteraceae
  • Ordo        : Asterales

Nah, itulah 3 nama bunga yang kerap dipakai untuk menyamarkan identitas perempuan, khususnya bagi korban pelecehan seksual.

KLIK INI:  Elang Ular Sulawesi, Elang Endemik yang Kehadirannya Dirindukan Petani