Puluhan Ekor Tukik Menikmati Tualang Baru di Laut Karimunjawa

oleh -4 kali dilihat
Tukik penyu sisik yang dilepaskan ke laut Karimunjawa -foto/ksdae.kehutanan

Klikhijau.com – Sebanyak 60 ekor tukik atau anak penyu menikmati tualangnya di alam bebas. Mereka dilepaskan  di Pantai Pulau Menyawakan, Minggu, 5 April 2026 kemarin.

Pelepasan yang berlangsung di sore hari itu merupakan salah satu komitmen  Balai Taman Nasional (TN) Karimunjawa dalam pelestarian satwa dilindungi.

Jenis tukik yang dilepaskliarkan adalah jenis penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Pelepasan tersebut dilakukan oleh tim dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Karimunjawa. Jumlahnya jumlah 6 orang, bersama dengan salah satu pengelola Kura-Kura Resort Pulau Menyawakan.

Dipilihnya Pantai Pulau Menyawakan  sebagai lokasi pelepasan, sebab di kawasan pantai itulah tempat induk penyu bertelur secara alami.

KLIK INI:  Tiga Belas Satwa Barang Bukti Titip Rawat Polda Papua Dilepasliarkan ke Habitatnya

Hal ini didasarkan pada perilaku alami penyu yang dikenal memiliki homing instinct, yaitu kemampuan untuk kembali ke tempat kelahirannya saat dewasa guna melanjutkan siklus reproduksi.

Koordinator Penetasan Semi Alami (PSA) Penyu Seksi PTN Wilayah II Karimunjawa,  Zaenul Abidin, menjelaskan pentingnya metode pelepasan di lokasi asal penetasan.

“Kami melepasliarkan tukik ini tepat di Pantai Pulau Menyawakan karena lokasi ini merupakan tempat induk penyu sisik bertelur. Dengan cara ini, ketika tukik-tukik ini tumbuh dewasa nanti, mereka secara naluriah akan kembali ke pantai yang sama untuk bertelur. Ini adalah strategi konservasi jangka panjang untuk memulihkan populasi penyu di habitat aslinya,” ujar Zaenul Abidin.

Sementara itu, Kepala SPTN Wilayah II Karimunjawa, Dyah Ayu Puspitasari, menambahkan bahwa pelepasan tukik di lokasi induk bertelur memiliki fungsi ekologis yang sangat krusial.

KLIK INI:  Kisah 9 Ekor Rusa Timor Berlarian ke Gunung Tunak di Penghujung Tahun

“Fungsi utama pelepasan tukik di lokasi induk bertelur adalah untuk mempertahankan nesting site atau situs bertelur alami. Penyu memiliki ingatan magnetik yang kuat terhadap pantai tempat mereka menetas. Dengan melepasliarkan mereka di sini, kita sedang ‘merekam’ lokasi ini ke dalam memori alami mereka. Harapannya, 20 hingga 30 tahun mendatang, mereka kembali ke Pantai Pulau Menyawakan untuk bertelur, sehingga populasi penyu sisik yang dilindungi ini dapat terus berlanjut secara alami,” jelas Dyah.

Kegiatan yang berlangsung sore hari itu juga dihadiri oleh pengelola resort setempat yang mendukung penuh upaya konservasi berbasis masyarakat. Suasana khidmat dan penuh harapan menyertai perjalanan 60 ekor tukik yang dengan gesit merangkak menuju garis ombak, memulai perjalanan panjang mereka di Laut Karimunjawa.

Balai TN Karimunjawa mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini, serta mengajak masyarakat luas untuk turut menjaga kebersihan pantai dan tidak mengganggu proses bertelur penyu demi kelestarian hayati bangsa.

KLIK INI:  Saatnya Mengawetkan Makanan dengan Teknik Radiasi