Demi Lindungi Satwa Liar, Negara Ini Bakal Ciptakan Taman Nasional di Ujung Dunia

oleh -52 kali dilihat
Qanun Perlindungan Satwa Liar, Cara Aceh Selamatkan Satwa dari Kematian
Gajah, salah satu satwa liar yang butuh perlindungan dari kepunahan/foto-jatimnet.com

Klikhijau.com –  Satwa liar berada pada situasi sulit. Mereka dikepung banyak ancaman, perdagangan, perburuan, perubahan iklim hingga ruang hidup yang semakin menyempit.

Banyak di antara mereka yang terancam punah, bahkan banyak pula yang memang telah punah. Hanya menyisa cerita dan kenangan.

Melihat ancaman yang semakin kompleks itu, Chili, negara yang berada di Amerika Selatan itu memilki ide gila untuk melindungi satwa liar yang terancam punah dan ekosistem unik.

Negara asal Pablo Neruda tersebut berencana menciptakan Taman Nasional (TN) di ujung peta dunia, tempat daratan berubah menjadi hutan subantartika, laut es, dan gletser.

KLIK INI:  Sah, Indonesia Kini Memiliki 56 Taman Nasional, Ini Daftar Lengkap, Lokasi, dan Pengelolanya

Taman Nasional yang diusulkan adalah  adalah TN Cape Froward. TN ini berada di Semenanjung Brunswick di ujung selatan Amerika. Luasnya mencakup sekitar 150.000 hektar hutan, lahan gambut, gletser, dan garis pantai yang menghadap Selat Magellan.

“Semenanjung Brunswick adalah mozaik ekosistem laut, pesisir, dan darat,” kata Benjamín Caceres, koordinator satwa liar Rewilding Chile, seperti dikutip dari Reutesr.

Caceres menegaskan bahwa pada TN tersebut,  aktivitas manusia, mulai dari industri hingga pariwisata, harus diatur untuk mencegah kerusakan pada ekosistem yang rapuh.

KLIK INI:  Menelisik Penyebab Beberapa Daun Tanaman Hidup Lebih Lama dari Daun Lainnya

“Ini adalah tempat-tempat yang tangguh yang menjaga keseimbangan dan menciptakan tempat perlindungan bagi spesies yang terancam punah,” tambahnya.

TN ini akan menjadi tempat perlindungan bagi populasi rusa huemul yang terancam punah di wilayah kontinental paling selatan, dan perairannya yang produktif akan mendukung rantai makanan laut yang luas, termasuk paus, singa laut, dan orca.

Pada November lalu Rewilding Chile, sebuah yayasan yang didirikan oleh mendiang filantropis dan pendiri perusahaan pakaian luar ruangan North Face, Douglas Tompkins, menyumbangkan sekitar 127.000 hektar lahan kepada pemerintah Chili. Syarat bahwa TN tersebut akan dibuat dalam waktu dua tahun.

KLIK INI:  Dua Masalah Klasik Saat Membuat Eco Enzyme, Penyebab dan Solusinya

Koordinator proyek Gabriela Garrido mengatakan pihak berwenang berharap untuk menyelesaikan dekrit tersebut dalam beberapa bulan mendatang, menambahkan taman tersebut ke koridor biologis seluas 8 juta hektar di Patagonia yang mencakup TN Kawesqar dan Alberto de Agostini.

Direktur Rewilding, Carolina Morgado, mengatakan bahwa taman tersebut bertujuan untuk menjadi sumber pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah tersebut karena akan menjadi yang pertama di kotamadya Punta Arenas, ibu kota wilayah paling selatan Chili.

Yayasan tersebut sedang mengerjakan rencana untuk taman tersebut yang mencakup jalur pendakian, fasilitas, dan zona perkemahan untuk wisatawan. (*).

KLIK INI:  “Menuju COP26 di Glasgow”, Tagih Komitmen Negara Maju