Volume Sampah Plastik Meningkat Tajam Selama Pandemi, Ini Penyebabnya!

Klikhijau.com – Volume sampah plastik meningkat tajam selama pandemi Covid-19. Kok bisa? Padahal, aktivitas di luar rumah menurun karena kebanyakan orang berdiam di rumah. Pemicu utamanya adalah tr...

Volume Sampah Plastik Meningkat Tajam Selama Pandemi, Ini Penyebabnya!
Bacakan Artikel

[irp]

Fenomena serupa terjadi di Thailand yang dilaporkan mengalami peningkatan sampah plastik hingga 800 ton per hari. Dilansir Pikiran Rakyat, kebiasaan masyarakat memakai jasa Food delivery telah memicu lonjakan sampah plastik selama masa pandemi covid-19.

Ketua Thailand Environment Institute (TEI) Dr. Wijarn Simachay, menyebut pada keadaan normal negaranya hanya memproduksi 5.500 ton per hari. Namun, usai pandemi melanda negara tersebut, jumlahnya bertambah drastis hingga 6.300 ton per hari.

Di Indonesia, peningkatan volume sampah plastik dipastikan terjadi meski belum ada data detail perihal ini.

Seperti dilandir Mangobay, Catur Yudha Hariani, Direktur Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali misalnya menyebut adanya peningkatan volume sampah dilihat dari semakin lambatnya pengangkutan sampah. Petugas angkut membutuhkan penambahan waktu lebih banyak dari rata-rata satu jam menjadi 1,5 jam.

Di Kota Makassar juga demikian, pantauan Klikhijau, ada pelambatan penjemputan petugas sampah akibat volume sampah meroket tajam. Pengangkut sampah khusus kendaraan roda tiga memerlukan waktu lebih lama menyelesaikan angkutan sampah karena adanya peningkatan sampah di setiap rumah tangga.

[irp]

Pergeseran perilaku

Pada saat yang sama, ada pergeseran perilaku warga dalam mengelola sampah selama pandemi.

Selama pandemi misalnya transaksi tabungan sampah di bank sampah menurun. Hal ini menunjukkan bahwa untuk sementara waktu banyak warga yang tidak memilah sampahnya dan tidak tertarik menabung sampah di bank sampah untuk alasan keamanan.

Hal itu dikatakan Ketua Ketua umum Asosiasi Bank sampah Indonesia (ASOBSI), Saharuddin Ridwan. Menurut Saharuddin, pandemi Covid-19 yang mewabah sejak awal bulan Maret lalu di kota Makassar,  sangat mempengaruhi  sektor ekonomi, salah satunya kegiatan bank sampah di Kota Makassar.

Penurunan bahkan semakin drastis sejak Pemerintah Kota Makassar memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang membuat aktivitas penjemputan dan pembelian di bank sampah unit di kota Makassar dibatasi.

“Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas penimbangan di Bank sampah unit maupun  Bank sampah pusat (UPT. Pengelolaan persampahan dan Daur Ulang) Makassar menurun drastis  hingga 70%,” kata Saharuddin pada Klikhijau, Senin 4 April 2020.

Pergeseran perilaku juga disebabkan oleh adanya persepsi publik bahwa kita sedang berada dalam situasi darurat. Sayangnya, dalam situasi seperti ini perhatian khusus pada penanganan sampah plastik tidak terlihat.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2