Tentang ASOBSI dan Perjuangan Komunitas Bank Sampah di Indonesia

Publish by -477 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Ketua DPP ASOBSI, Saharuddin Ridwan (paling ujung kiri) pada peringatan HPSN 2020 di Makassar-Foto/Ist

Klikhijau.com – Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI), lembaga ini tentu tak se-tenar organisasi olahraga atau lembaga persekutuan lainnya. Tetapi, lembaga ini punya peran penting dalam gerakan pengelolaan sampah di tanah air.

Bank sampah terlahir dari sebuah kesadaran tentang sebuah revolusi paradigma dan tata kelola sampah yang sebelumya dipandang sebagai parasit tak berguna. Kehadiran Bank Sampah di sejumlah daerah di Indonesia menandai satu era baru.

Era partisipasi dan kolaborasi pengelolaan sampah. Bila sebelumnya, sampah diurusi sektor pemerintah terkait, dengan bank sampah terdapat aktor lain berbasis kewargaan dan keswadayaan yang ikut andil mengelola sampah.

Bank sampah telah menjelma sebagai sebuah praktik cerdas yang dengan cepat diadopsi di banyak kota di Indonesia. Kota-kota besar seperti Makassar, Surabaya, Tegal dan lainnya telah membuktikan betapa komunitas ini sukses berkontribusi besar terhadap dua hal; pengurangan sampah dan perubahan minset warga perihal sampah.

Nah, di tengah menjamurnya bank sampah di Indonesia, komunitas ini pun kemudian mendirikan satu organisasi induk yang bernama ASOBSI. Dalam sejarahnya, ASOBSI resmi berdiri pada tangga 15 Maret 2017. Tujuan berdirinya sangat jelas yakni untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Indonesia melalui pengelolaan sampah dari sumber melalui bank sampah.

KLIK INI:  Di Wisata Alam Bhakti, AMAN Gelar "Girl's Camp" tentang Pentingnya Perdamaian

Sebagai organisasi perkumpulan, ASOBSI menaungi seluruh komunitas bank sampah di Indonesia. Visi utamanya adalah menjadi organisasi bank sampah yang handal dan profesional. Melalui peningkatan kualitas anggota dan penyelenggaraan program pengelolaan sampah berkelanjutan.

Mitra pemerintah

ASOBSI juga menjadi mitra pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Terutama dalam hal pembinaan, pemantauan dan verfikasi program Adipura. Organisasi ini juga bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/kota dan provinsi dalam memberikan edukasi pada masyarakat mengenai tata kelola bank sampah.

Sebagaimana organisasi besar lainnya, ASOBSI secara struktural juga terdiri dari pengurus pusat (DPP) yang berkantor di Jakarta, Pengurus Wilayah DPW (Provinsi) dan Pengurus Daerah (DPD). Salah satu gerakan mutakhir ASOBSI saat ini adalah membangun dan mengembangkan database sistem bank sampah yang didukung teknologi informasi yang berkelanjutan.

Saat ini pengurus ASOBSI pusat dipimpin oleh Saharuddin Ridwan, seorang pegiat lingkungan dan salah satu pelopor bank sampah di Indonesia. Saharuddin dikenal luas berkat gagasannya mengembangkan bank sampah di Kota Makassar, juga sejumlah aksi kolaboratifnya di yayasan Peduli Negeri (YPN).

KLIK INI:  Hasilkan Rp. 12 Juta, Ini yang Dilakukan Bank Sampah Cendana Dharma Wanita BLI KLHK
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!