Selain Pembangunan, Ini Ancaman Nyata bagi Pepohonan di Perkotaan

Klikhijau.com – Pembangunan di daerah perkotaan sering mengorbankan pepohonan. Bekas tumbuhnya pepohonan itu berganti tanaman lain yang bernama beton. Misalnya saja di Kota Makassar. Dulu jalan And...

Selain Pembangunan, Ini Ancaman Nyata bagi Pepohonan di Perkotaan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Pembangunan di daerah perkotaan sering mengorbankan pepohonan. Bekas tumbuhnya pepohonan itu berganti tanaman lain yang bernama beton.

Misalnya saja di Kota Makassar. Dulu jalan Andi Pangeran Pettarani sangat rimbun dengan pepohonan. Tapi dibabat habis karena plebaran jalan dan pembangunan jalan tol.

Padahal beton yang menggantikan pepohonan tidak mampu memberi oksigen bagi masyarakat urban. Beton juga tidak bisa menyerap polusi udara yang menjadi ancaman nyata bagi kesehatan saat ini. Pun beton tak bisa menyerap dan menyimpan air.

Pepohonan di wilayah perkotaan rasa-rasanya tidak bisa hidup tenteram. Karena sewaktu-waktu bisa saja ditebang dengan alasan pembangunan.

Selain pembangunan, baik gedung dan pelebaran jalan. Ancaman lain pepohonan di perkotaan adalah perubahan iklim.

Perubahan iklim berkiblat pada perubahan suhu dan pola cuaca dalam jangka panjang. Pergeseran ini terlihat bersifat alami. Namun, nyatanya sejak periode 1800-an pendorong utama terjadinya perubahan iklim adalah aktivitas manusia, misalnya  pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas) yang dapat menghasilkan gas yang memerangkap panas.

Perubahan iklim telah membawa beragam petaka, misalnya cuaca yang sulit diprediksi, kemarau  berkepanjangan, gelombang panas, hujan lebat hingga angin kencang.

Kesemuanya itu dapat melahirkan permasalah lingkungan yang ujung-ujungnya akan berdampak pada kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya, termasuk pepohonan.

Studi terbaru

Menurut penelitian CNRS dari laboratorium Ecology and Dynamic of Anthropogenic Systems di University of Picardy Jules Verne. Tanaman yang paling terdampak perubahan iklim adalah pepohonan yang tumbuh di perkotaan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change itu memaparkan bahwa para ahli telah menetapkan penilaian risiko global pertama untuk pohon perkotaan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2