Mengintip Eksotisme Bunga Edelweiss yang Tersembunyi di Poros Kahayya

Klikhijau.com - Setiap melewati jalan poros Desa Kahayya. setelah tanjakan coko dari arah Desa Kindang, saya selalu melambatkan laju motor. Memerhatikan sebelah kiri jalan atau tepatnya menikmatinya....

Mengintip Eksotisme Bunga Edelweiss yang Tersembunyi di Poros Kahayya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Setiap melewati jalan poros Desa Kahayya. setelah tanjakan coko dari arah Desa Kindang, saya selalu melambatkan laju motor. Memerhatikan sebelah kiri jalan atau tepatnya menikmatinya. Ada pemandangan tersembunyi yang eksotis di sana. pada sepanjang jalan yang panjangnya sekitar dua ratus meter lebih itu.

Pemandangan yang mungkin luput dari pengguna jalan di sana, khususnya pengendara. Bahwa di sebelah kiri itu, yang tebing dan ditumbuhi tumbuhan liar. Tumbuh bunga abadi. Simbol cinta yang tak layu—bunga edelweiss.  Setidaknya begitulah Google Lens mengidentifikasi tumbuhan tersebut

Bunga edelweiss  yang bernama ilmiah Anaphalis javanica, bukan hanya memiliki keindahan bunga, tetapi ia termasuk jenis tumbuhan yang dilindungi. Ia tumbuh bukan pada sembarang tempat, hanya pada ketinggian tertentu. Di atas gunung.

Dan sejujurnya saya tak pernah menyangka akan ada bunga edelweiss yang tumbuh di Kahayya, di pinggir jalan pula. Dan barangkali bukan hanya saya yang berpikir begitu.

[irp]

Awalnya saya hanya penasaran dengan tumbuhan liar berdaun panjang, warnanya terlihat putih bercampur hijau dengan bunga berwarna putih.

Rasa penasaran itu membuat saya menghentikan motor. Padahal itu bukan pertama kalinya saya lewat di jalan itu. Tapi, telah berkali-kali. Tak lagi terhitung. Hanya saja, entah bagaimana pada hari yang masih pagi, saya tiba-tiba tertarik dengan bunga itu—yang  dulu setiap lewat, saya abai. Tak memerhatikannya.

Saya potretlah bunga itu dengan kamera gawai yang hasilnya “burik”. Setelahnya saya deteksi dengan google lens dan hasilnya mengarah ke bunga edelweiss.

Setelahnya saya telusuri foto-foto bunga edelweiss via google, dan rasa penasaran saya terjawab. Rupanya itu tumbuhan itu memang bunga edelweiss. Bunga yang telah lama ingin saya tahu lihat langsung tumbuh.

Keinginan itu tak perlu melangkah jauh untuk mewujudkannya. Sebab saya menemukannya pada tepi jalan yang selama ini sering, sangat sering saya lewati.

[irp]
Kenangan yang tak padam

Suatu waktu, saat pertama ke Malino. Saya membeli bunga edelweiss. Bunganya saja yang telah kering. Bunga edelweiss kering memang banyak dijual di pasar Malino. Karena sudah sejak lama saya sering menemukan kata bunga edelweiss, khususnya dalam cerpen-cerpen yang dimuat di majalah Aneka Yess. Maka sejak saat itu, rasa penasaran membatu dalam diri saya, seperti apa bentuknya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2