Mengintip Eksotisme Bunga Edelweiss yang Tersembunyi di Poros Kahayya

Klikhijau.com - Setiap melewati jalan poros Desa Kahayya. setelah tanjakan coko dari arah Desa Kindang, saya selalu melambatkan laju motor. Memerhatikan sebelah kiri jalan atau tepatnya menikmatinya....

Mengintip Eksotisme Bunga Edelweiss yang Tersembunyi di Poros Kahayya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Maka, ketika saya menemukan bunganya di jual di pasar Malino, tanpa pikir panjang dan tanpa drama tawar menawar saya langsung membelinya. Membawanya pulang ke Makassar dengan bahagia.

Bertahun-tahun kemudian, rasa percaya saya dengan sematan bunga abadi pada edelweiss semakin tak goyah. Kenapa? Ini rahasianya:

[irp]

Beberapa waktu lalu, setelah berbilang tahun berlalu dan saya membuka kembali arsip-arsip tempo dulu.  Saat akan memindahkan barang-barang dari Sungguminasa, Gowa ke Bulukumba. Bunga edelweiss yang saya beli di pasar Malino puluhan tahun lalu, rupanya masih ada, masih utuh dan aromanya masih tetap sama.

Jadi, pantas saja bunga ini dikenal dengan nama bunga abadi. Bunganya  tak mengenal kata layu, tak ada kata mati baginya yang sesungguhnya memang telah mati (kering).

Kembali ke bunga edelweiss yang tumbuh di jalan poros Kahayya itu. Apakah jenisnya sama dengan yang tumbuh di atas gunung atau malah ini adalah jenis edelweiss baru.

Jika kita merujuk berbagai situs yang memuat tentang edelweiss, rata-rata mengungkapkan bahwa edelweiss tumbuh di atas gunung. Pada cuaca yang dingin.

Pada laman Gramedia diuraikan bahwa edelweiss merupakan tumbuhan endemik yang hanya dapat tumbuh di ketinggian 2000 hingga 3000 mdpl. Sementara tempat tumbuh di jalan poros Kahayya kurang dari ketinggian 2000 mdpl. Pertanyaannya, jika bukan bunga edelweiss, lalu bunga apa, apa hanya mirip saja?. Namun, bunga jenis apa pun itu, tolong jangan dipetik apalagi dicabut untuk dibawa pulang. Biarkan saja tumbuh, jadi penghias jalan yang eksotis. Kita cukup menikmati keindahannya saja, tanpa harus memilikinya. [irp]
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2