Boroco, Tanaman Obat Potensial yang Dibiarkan Tumbuh Liar

Klikhijau.com – Hujan sedang menderas. Pemandangan pagi terasa buram. Namun, bunga boroco yang tumbuh tak sengaja di bawah pohon cengkih—di depan rumah tetap eksotis. Tumbuh tak sengaja karena bung...

Boroco, Tanaman Obat Potensial yang Dibiarkan Tumbuh Liar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Hujan sedang menderas. Pemandangan pagi terasa buram. Namun, bunga boroco yang tumbuh tak sengaja di bawah pohon cengkih—di depan rumah tetap eksotis.

Tumbuh tak sengaja karena bunga itu tak ditanam—tumbuh dengan sendirinya. Ibu memang pernah memelihara bunga boroco dan tumbuh  sangat subur.

Namun, sifatnya yang mati setelah setelah berbunga. Membuat budidayanya terasa tak menarik. dibutuhkan sifat rajin untuk menggantinya setiap saat—saat yang tua sudah tiada.

Perkembangbiakannya terbilang cepat, karena berkembang biak dengan biji. Tanaman ini memiliki bunga yang sangat kecil. Saking kecilnya, dalam satu ukuran satu ons bisa mencapai hingga 43.000 biji.

[irp]

Berjenis kelamin ganda dan kaya manfaat

Ia merupakan tumbuhan berbunga hermaprodit (berkelamin ganda). Memiliki jenis bunga yang indah, seperti yang tumbuh di depan rumah—di bawah pohon cengkih. Memiliki warna merah jambu yang bersusun rapi.

Bunga bernama ilmiah Celosia argentea ini, selain bisa sebagai tanaman hias, juga berfungsi sebagai tanaman herbal. Khususnya bunga boroco merah.

Tanaman berasal dari daerah tropis ini memiliki warna bunga cerah nan indah. Meski begitu, di Cina dan India  dikenal sebagai gulma bermasalah.

Untuk boroco merah, seperti yang terdapat di depan rumah itu, menurut Preety J dan Saranya V.T.K, (2015) ekstrak daunnya pada dosis 100 mg memiliki aktivitas antioksidan. Sehingga dapat digunakan menjadi pelindungan terhadap kerusakan oksidatif pada sel-sel tubuh.

Hal itu dikarenakan daun boroco merah mengandung senyawa alkaloid, tanin, saponin,  flavonois, asam amino, dan polifenol.

Kandungan tersebut  dapat berperan sebagai antioksidan. Sementara sifat utama dari antioksidan adalah melindungi sistem sel dan organ tubuh dari  ROS atau Spesies 0ksigen Reaktif. Hal itu mampu menangkap dan menangkal radikal bebas yang dapat mengoksidasi asam nukleat, lipid maupun DNA serta protein.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2