Geliat Bank Sampah di Bulukumba, Sudah Bisa Tukar Sampah jadi Emas

Klikhijau.com - Menyulap sampah menjadi emas, kini bukan isapan jempol. Sampah yang umumnya dianggap kotoran kini berpotensi menjadi tambahan penghasilan dengan pengelolaan bank sampah. Jadi sebelum m...

Geliat Bank Sampah di Bulukumba, Sudah Bisa Tukar Sampah jadi Emas
Bacakan Artikel
Anjar S. Masiga

Pegiat Lingkungan. Ia Aktif di Komunitas Kolaborasi Biru

Klikhijau.com - Menyulap sampah menjadi emas, kini bukan isapan jempol. Sampah yang umumnya dianggap kotoran kini berpotensi menjadi tambahan penghasilan dengan pengelolaan bank sampah. Jadi sebelum membuang sampah ada baiknya dipertimbangkan dulu.

Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, Syamsul Bahri menjelaskan terkait pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) melalui bank sampah.

Reduce atau batasi sampah adalah aktivitas yang mampu mengurangi segala sesuatu yang menimbulkan sampah. Reuse atau guna ulang sampah yakni penggunaan kembali sampah yang layak pakai untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Recycle atau daur ulang sampah merupakan kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru.

3R merupakan upaya pengurangan volume sampah yang berakhir di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) yang penting dilakukan untuk memperpanjang usia pakai lokasi. di Bulukumba TPA terpusat di Borong Manempa, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang yang beroperasi sejak 2013 lalu.

Setelah penjelasan 3R, lanjut Syamsul Bahri, masyarakat perlu memahami pengertian bank sampah. Dari namanya dapat ditarik kesimpulan tentang potensi ekonomi dari sampah. Tapi tidak semua jenis sampah yang dapat dimanfaatkan.

Bank sampah terfokus pada sampah non organik. Disana, sampah akan dipilah yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali.

Sampah non organik merupakan sampah yang tidak dapat membusuk atau terurai dalam waktu yang singkat. Seperti kardus, kertas, plastik, kaca, kaleng dan lainnya.

Dari sampah tersebut dipilah yang dapat masuk ke bank sampah. Sementara sampah organik adalah sampah yang membusuk seperti sisa makanan, kayu, ranting, daun-daunan, dan lainnya. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos dengan berbagai tehnik.

"Memilah sampah dari sumbernya berarti kita telah berperan dalam melestarikan lingkungan serta  menciptakan sumber  penghasilan  tambahan," jelasnya.

Pengelolaan sampah selama ini, diakuinya, belum menerapkan prinsip 3R sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2