Boroco, Tanaman Obat Potensial yang Dibiarkan Tumbuh Liar

Klikhijau.com – Hujan sedang menderas. Pemandangan pagi terasa buram. Namun, bunga boroco yang tumbuh tak sengaja di bawah pohon cengkih—di depan rumah tetap eksotis. Tumbuh tak sengaja karena bung...

Boroco, Tanaman Obat Potensial yang Dibiarkan Tumbuh Liar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Urmila GH pada tahun 2014 pernah melakukan penelitian tentang tumbuhan ini. Urmila menemukan jika  ekstrak daun boroco merah pada dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB efektif sebagai agen anti hiperlipidemik pada tikus yang diberi diet kolesterol tinggi.

Sedangkan pada penelitian   Rukhsana A (2015) menegaskan jika  ekstrak daun Celosia argentea L. pada dosis 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB berpotensi sebagai agen immunomodulator dan dapat diberikan sebagai alternatif untuk terapi yang membutuhkan immunomodulator..

Sementara itu Mega Selvina dkk (2017) mengemukanan jika ekstrak etanol tanaman herbal ini  memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus Hiperkolesterolemia-Diabetes.

Selain itu, ekstrak etanol pada daunnya  dengan dosis 100 mg/kg BB merupakan dosis yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah.

Melihat hasil penelitian di atas. Setidaknya bisa ditarik kesimpulan bahwa tanaman ini memiliki sangat potensial sebagai tanaman obat.

[irp]

Taksonomi tanaman boroco


  • Divisi : Tracheophyta

  • Upadivisi : Spermatophytina

  • Klad :  Angiosperms,  mesangiosperms, eudicots, dan core eudicots

  • Ordo : Caryophyllales

  • Famili : Amaranthaceae

  • Upafamili : Amaranthoideae

  • Genus : Celosia

  • Spesies : Celosia argente


Tanaman ini merupakan tumbuhan dengan pertumbuhan yang tidak tinggu. Ia hanya memiliki  tinggi  sekitar  30-100 sentimeter.

Ia bisa tumbuh liar di mana saja, baik di pinggir selokan, di  sisi  jalan,  tanah    lapang    terlantar, dan di bawah pohon serta di dalam pot.

Untuk ciri-ciri batangnya sendiri, tanaman ini memiliki batang  bulat dengan alur kasar memanjang.

Batangnya juga bercabang   banyak. Berwarna warna  merah atau hijau. Pada daunnya  memiliki  warna merah atau hijau berbentuk bulat  telur memanjang, tepinya bergerigi   halus  hampir   rata dan ujung  lancip.  .

Pada bunganya berbulir panjang sekitar  3-10  sentimeter. Warnanya cukup mencolok berwarna ungu atau merah  muda.

Bunga ini memiliki biji yang sangat kecil berwarna hitam cerah. Bunganya tumbuh di ujung-ujung cabang (Bangun, 2012).

Di Indonesia sendiri, tanaman ini ditemukan ketinggian  1-1.700 di  atas  permukaan laut.

Karena bisa berkembang biak di mana saja, sehingga perawatannya tidak terlalu rumit jika ingin dibudidayakan.

Apalagi sebagai tanaman obat, seluruh bagian  tanaman ini,  baik yang sudah kering maupun yang masih segar dapat   digunakan   untuk   mengobati beberapa penyakit (Permadi, 2006).

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2