Mengenal Lerak, Alternatif Sabun Cuci Piring yang Ramah Lingkungan

Klikhijau.com - Sabun cuci piring olahan pabrik terbuat dari bahan kimia sintesis.  Kandungannya dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Pada umumnya kandungan yang terdapat pada sabun ialah zat parabe...

Mengenal Lerak, Alternatif Sabun Cuci Piring yang Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel
Faiza

Mahasiswa Magang Klikhijau, dari Prodi Sosiologi UNM

Klikhijau.com - Sabun cuci piring olahan pabrik terbuat dari bahan kimia sintesis.  Kandungannya dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Pada umumnya kandungan yang terdapat pada sabun ialah zat paraben, sodium sulfate, sodium laureth sulfate, dan deterjen.

Hal tersebut menjadikan air bilasan dari sabun tersebut berpotensi merusak sanitasi air, ekosistem biota yang hidup pada aliran air, serta dapat merusak kulit dan kesehatan tubuh.

Pada beberapa sabun deterjen untuk cuci piring juga terdapat kandungan microbeads (plastik). Microbeads jika masuk dalam tubuh biota laut dan dikonsumsi manusia akan berdampak pada fungsi kekebalan tubuh yang menurun.

Untuk mencegah adanya kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan pada tubuh, solusi terbaiknya adalah menggunakan bahan-bahan organik dan ramah lingkungan.

Tanaman lerak atau nama ilmiahnya Sapindus Rarak De Candole merupakan salah satu tanaman yang dari dulu sudah dijadikan sebagai deterjen alami, baik itu untuk cuci piring ataupun keperluan  pembersih lainnya. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan sudah lama dikenal di Pulau Jawa untuk penggunaan mencuci kain batik.

Pohon lerak tumbuh pada ketinggian 450 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Tinggi pohon lerak dapat mencapai 10 hingga 45 meter. Buah lerak muda berwarna hijau dan menjadi hitam kecoklatan saat sudah matang. Buah lerak matang yang sering digunakan untuk pembuatan sabun.

Kandungan tanaman lerak

Terdapat kandungan saponin pada buah lerak. Sesuai dengan namanya, saponin berasal dari bahasa latin, yaitu Sapo yang berarti sabun. Saponin ini merupakan senyawa kimia yang terdapat pada tanaman jenis sapindus.

Saponin termasuk dalam jenis alkaloid beracun yang dapat menghasilkan busa serta sebagai surfaktan alami. Kandungan inilah yang menghasilkan busa pada buah lerak sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun.

Terdapat sekitar 14-28% kandungan saponin yang terdapat pada satu buah lerak. Adapun sifat dari kandungan saponin ini ialah memiliki bentuk busa yang stabil dalam air, berasa pahit, serta dapat menstabilkan emulsi.

Selain saponin, lerak juga mengandung lendir serta aroma harum yang dapat digunakan sebagai pewangi alami pada piring ataupun untuk penggunaan lainnya.

Buah lerak juga berfungsi sebagai insektisida alami dan sebagai antiseptik pada kulit.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2