Bisakah Tanaman Dirancang Mengalahkan Panas?

oleh -14 kali dilihat
Merawat Bumi dengan Gaya Hidup Berkelanjutan
Ilustrasi-Foto/livegreen2go

Klikhijau.com – Bisakah tanaman mengalahkan panas atau akan terkapar layu ketika panas datang menerjangnya? Jika merujuk pada pendapat Carl R. Woese Institute for Genomic Biology (IGB) jawabannya adalah bisa.

Namun perlu ada campur tangan manusia, caranya para ilmuwan harus dapat memodifikasi tanaman umum, semisal kedelai, beras, dan gandum. Tanaman ini harus dapat terlindungi dari tekanan panas.

Saat ini pemanasan global menjadi ancaman bagi tanaman. Banyak tanaman yang terancam punah, khususnya tanaman pangan. Hal itu pula yang dikhawatirkan akan membawa berdampak pada krisis pangan secara global.

Apabila krisis pangan melanda, maka itu artinya telah jadi “kiamat kecil” bagi makhluk hidup, khususnya manusia.

KLIK INI:  Bagaimana Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman?

Karena itu, menurut Amanda Cavanagh, seorang dosen di Universitas Essex, produksi tanaman perlu digandakan untuk memberi makan populasi dunia yang terus meningkat

“Kita perlu menggandakan produksi tanaman pada tahun 2050 untuk memberi makan populasi global yang terus bertambah, dan bukan saja kita tidak berada di jalur yang tepat untuk melakukan itu, tetapi perubahan iklim semakin memperumit keadaan,” katanya.

Studi ini merupakan bagian dari Realizing Enhanced Photosynthetic Efficiency (RIPE). Sebuah proyek penelitian internasional yang bertujuan untuk mengembangkan tanaman pangan yang mengubah energi matahari menjadi makanan secara lebih efisien.

Menahan tekanan suhu yang cukup ekstrem

Sementara itu, Paul South, rekan penulis studi dan peneliti RIPE mengatakan dengan menggunakan pendekatan rekayasa, pihaknya merancang beberapa jalur metabolisme alternatif untuk fotorespirasi.

KLIK INI:  Daun Melinjo Kaya Manfaat, Anti Aging hingga Meredakan Diare

Menguji tanaman di lapangan menunjukkan peningkatan produktivitas yang membuat Amanda secara signifikan memajukan proyek dengan menunjukkan bahwa pabrik rekayasa dapat menahan tekanan suhu yang cukup ekstrem.

“Karena perubahan iklim dan tekanan suhu meningkatkan tekanan pada pasokan makanan global kita. Petani akan membutuhkan setiap alat yang tersedia termasuk pendekatan teknik seperti biologi sintetis yang digunakan di sini untuk mempertahankan panen yang aman dan produktif,” ungkapnya.

Para ahli menguji tanaman yang dimodifikasi agar memiliki fotorespirasi yang lebih efisien. Tujuannya untuk melihat apakah mereka lebih baik beradaptasi dengan suhu yang lebih hangat.

Tim menemukan bahwa tanaman yang direkayasa menghasilkan 26 persen lebih banyak biomassa daripada tanaman tipe liar yang terpapar pada suhu yang sama, dan kehilangan hasil 15 persen lebih sedikit di bawah suhu yang lebih tinggi.

Jadi, apakah tanaman bisa dirancang tahan panas untuk melawan pemanasan global. Menarik dinanti hasil penelitian selanjutnya.

KLIK INI:  Saatnya Menonton Film-Film Indonesia yang Mengangkat Isu Lingkungan

Sumber: Earth