Kota, Sampah dan Kenangan dari Manggala

Klikhijau.com - Terlepas dari megapnya perkembangan Kota Makassar membangun dalam narasi kota dunia, rasanya ada yang tidak berubah dari Manggala, sensasi bau. Tidak mengherankan saat mendengar “Ke...

Kota, Sampah dan Kenangan dari Manggala
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Klikhijau.com - Terlepas dari megapnya perkembangan Kota Makassar membangun dalam narasi kota dunia, rasanya ada yang tidak berubah dari Manggala, sensasi bau.

Tidak mengherankan saat mendengar “Kecamatan Manggala”, dibenak warga Makassar yang terlintas adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. Ingatan TPA Sampah begitu mengikat,  hingga sampah-sampah warga ibukota Provinsi Sulawesi Selatan ini akan berakhir di Tamangapa, Antang.

Tidak sampai di situ saja, sebagai salah satu kecamatan di kota Makassar, Manggala juga ikut memburu ingatan atas keberadaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Belum lagi parade puluhan hingga ratusan sapi, yang setiap hari melintasi Jalan Tamangapa Raya. Berangkat di waktu pagi dan pulang di sore hari.

Kebakaran hebat tahun 2019 di TPA Tamangapa, semakin memupuk lembaran ingatan. Kepulan asap mewarnai langit Makassar dan aroma sampah yang begitu menyengat menerpah hidung hingga radius satu kilometer.

Peristiwa itu, menjadi memori pahit bagi Muh. Aulia Fajrin, salah seorang pemuda Manggala. Ia teringat kembali saat masih duduk di bangku SD Inpres Borong Jambu 1.

Menurut Fajrin, tahun 2005 pernah juga terjadi kebakaran di TPA Tamangapa. Ia mengisahkan, sedang asyiknya kami menerima pelajaran waktu itu, tiba- tiba kami disuruh pulang karena asap dari kebakaran itu makin banyak.

Ingatan Fajrin, kejadian tersebut begitu membekas. Kami merasakan asap yang tidak sehat terhirup oleh paru-paru. Menurutnya, haruskah pemerintah berdiam saja?

Padahal, seharusnya dari kejadian tahun 2005, menjadi pelajaran untuk antisipatif dan memberi perhatian khusus agar tidak terulang lagi. Sebab beban Kota Daeng ada di kecamatan ini, lebih tepatnya TPA Antang.

Tidak salah jika ada kalimat yang menyebut aroma bisa membangkitkan kenangan yang telah lama dilupakan. Tetapi, mengapa bau terkadang memicu ingatan yang kuat, terutama yang bersifat emosional?

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2