Ini Caranya Agar Rumah Ramah Lingkungan dan Tetap Dingin Tanpa AC

Klikhijau.com - Tak banyak orang yang mampu bertahan dalam rumah atau ruangan yang panas, tak banyak. Sayangnya, khususnya di perkotaan udara semakin panas memanggang. Solusi paling instan untuk me...

Ini Caranya Agar Rumah Ramah Lingkungan dan Tetap Dingin Tanpa AC
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Tak banyak orang yang mampu bertahan dalam rumah atau ruangan yang panas, tak banyak. Sayangnya, khususnya di perkotaan udara semakin panas memanggang.

Solusi paling instan untuk mengatasi panas dalam ruangan, baik di kantor atau di rumah adalah pendingin ruangan atau AC. Jika bukan AC, biasanya akan disiasati dengan kipas angin.

Sumber masalahnya dari penggunaan AC adalah akan menyumbangkan emisi gas rumah kaca dan berkontribusi pada pemanasan global. Apalagi jika energi yang digunakan bukan bersumber dar energi terbarukan.

Kabar memiriskan lainnya, dua pertiga rumah tangga di seluruh dunia diprediksi akan memiliki pendingin ruangan pada 2050 dan akan meningkatkan kebutuhan energi hingga tiga kali lipat.

Dan kabar gembiranya, bangunan dapat dirancang untuk menjaga udara tetap dingin, tanpa harus berkontribusi kepada perubahan iklim. Dan tentu saja akan lebih ramah lingkungan dan hemat



  • Cat dan lapisan cat



Penggunaan pigmen spesial pada cat atap rumah dapat memantulkan radiasi dari Matahari. Bukan hanya sekadar cahaya yang terlihat tapi juga hingga sinar infra merah.

Jika ini dilakukan dapat menurunkan suhu udara hingga lebih dari 10°C dibandingkan dengan cat biasa. Berikutnya, lapisan cat terbuat dari bahan yang sudah diseleksi untuk jendela juga menjaga panas Matahari di luar ruangan, tapi cahaya dapat masuk.

Bukan hanya itu, ada juga pelapisan fotokromik, yang berubah tergantung pada intensitas cahaya yang masuk, mirip seperti kacamata hitam.

Pelapisan termokromik, yang akan bertambah gelap saat udara panas. Cat termokromik, yang bisa menyerap cahaya dan panas saat udara dingin dan memantulkan kembali saat udara panas, sedang dikembangkan.



  • Jendela dan tirai



Ruangan yang memiliki banyak jendela tentu lebih baik. Sebab Membuka jendela merupakan cara paling umum untuk mengusir gerah. Jika banyak jendela, udara segar akan masuk hingga suasana dingin dapat diwujudnya.

Hal tersebut bisa membuat sebuah ruangan lebih dingin, hemat dan tentu saja ramah lingkungan. Sebab tak lagi menggunakan AC atau kipas angin

Salah satu cara paling mudah untuk menjaga udara panas keluar sebenarnya adalah dengan insulasi yang baik dan penempatan jendela yang tepat. Pelindung rumah seperti atap miring dan kisi-kisi jendela sangat efektif ketika musim panas.



  • Hibrid dan bahan perubahan fasa (PCM)



Bahan Perubahan Fasa atau disebut sebagai PCM yang dapat menyimpan dan melepaskan energi dalam bentuk panas laten. Jadi, saat dingin, substansi tersebut berubah menjadi bahan padat (membeku) dan melepaskan panas.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2