Ini Caranya Agar Rumah Ramah Lingkungan dan Tetap Dingin Tanpa AC

Klikhijau.com - Tak banyak orang yang mampu bertahan dalam rumah atau ruangan yang panas, tak banyak. Sayangnya, khususnya di perkotaan udara semakin panas memanggang. Solusi paling instan untuk me...

Ini Caranya Agar Rumah Ramah Lingkungan dan Tetap Dingin Tanpa AC
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Ketika menjadi cairan kembali, bahan tersebut menyerap panas dan memberikan efek pendinginan. Ini lebih efektif dari beton meski beton memiliki massa termal yang tinggi.

Namun, bahan ini membutuhkan energi besar: sekitar 8% hingga 10% dari emisi karbon dioksida di dunia berasal dari beton.

PCM telah dinobatkan sebagai teknologi yang menjanjikan oleh para peneliti dan tersedia secara komersial, biasanya pada langit-langit dan panel dinding.

Sayangnya, produksi PCM masih membutuhkan energi yang cukup besar. Beberapa PCM dapat menghasilkan seperempat emisi C02 dibandingkan bahan lainnya, sehingga pemilihan produk menjadi kunci. Manufaktur PCM juga harus lebih efisien ke depannya, agar nilainya bisa meningkat.



  • Penguapan air



Saat uap air yang panas naik, maka akan mendorong udara dingin ke bawah. Fenomena sederhana ini menjadi dasar pengembangan sistem pendinginan, yaitu menggunakan air dan ventilasi alami untuk mengurangi suhu dalam ruangan.

Teknik yang digunakan untuk penguapan air antara lain semprotan, pipa semprot otomatis (untuk membuat kabut), bantalan yang lembab atau material berpori seperti alat penguapan terbuat dari keramik yang berisi air.

Air dapat diuapkan di menara, penangkap angin atau dinding berlapis ganda - semua fitur yang membuat ruang di mana udara panas dan uap air dapat naik, sementara udara dingin ke bawah. Sistem ini akan efektif selama udara cenderung kering dan dikontrol secara baik. Beberapa laporan menyatakan bahwa sistem ini bisa menurunkan suhu 14°C hingga 16°C di beberapa bangunan.



  • Bahan bangunan



Tingginya “massa termal” dari batu, batubata atau beton membuat bangunan terasa lebih dingin Massa termal adalah kemampuan bahan bangunan untuk menyerap dan melepaskan panas secara perlahan. Sehingga bisa mendapatkan suhu sejuk di pagi hari dan hangat di malam hari.

Sayangnya, bangunan modern menghasilkan lebih sedikit massa termal atau bahan-bahan yang memiliki massa termal yang tinggi malah tertutup oleh papan atau karpet.

Jika ingin merasa dingin dan ramah lingkungan, cobalah praktikkan hal di atas!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2