Dinamika Mangrove di Indonesia dan Masa Depan Ekowisata di Baliknya

Klikhijau.com - Mangrove diartikan bukan sebagai satu nama tumbuhan tertentu. Namun sebuah komunitas ekologi atau suatu habitat tumbuhan yang memiliki ciri-ciri khusus. Komunitas yang hidup di daer...

Dinamika Mangrove di Indonesia dan Masa Depan Ekowisata di Baliknya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Mangrove diartikan bukan sebagai satu nama tumbuhan tertentu. Namun sebuah komunitas ekologi atau suatu habitat tumbuhan yang memiliki ciri-ciri khusus.

Komunitas yang hidup di daerah pesisir khas pantai tropis dan sub tropis, berada dalam area pasang surut. Dan tumbuhan penghuni habitat ini dapat tumbuh di lingkungan ekstrim. Baik ketika tanah tidak stabil (lumpur, pasir, gambut), kadar garam tinggi, atau kondisi tergenang yang tahan dengan hempasan gelombang.

Jenis tumbuhan yang hidup seperti Aicennia, Aegiceras, Bruguiera, Ceriops, Excoecaria, Nypa, Xylocarpus, dan sebangsanya.

Mangrove alias bakau di Indonesia sangat beragam dan dapat ditemukan di banyak kepulauan di Indonesia. Secara keseluruhan, terdapat 3,5 juta hektar mangrove Indonesia.

[irp]

Luas mangrovee di Indonesia

Data dari Dit. Bina Program INTAG tahun 1996 menyebutkan luas mangrove terbesar ada di Irian Jaya sebesar 1.350.600 ha (38%), disusul Kalimantan 978.200 ha (28%) dan Sumatera 673.300 (19%).

Indonesia juga memiliki keragaman jenis mangrove tertinggi di dunia. Tercatat ada 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon, 44 jens herba tanah 44 jenis epifit, 19 jenis pemanjat, 5 jenis palma, dan 1 jenis paku (Noor, 2006).

Mangrove membentuk pola zona vegetasinya sendiri yang secara umum dibagi menjadi empat zona. Pertama, mangrove terbuka yang berhadapan dengan laut. Kedua, mangrove tengah yang berada di belakang mangrove terbuka. Ketiga, mangrove payau yang hidup di sepanjang sungai berair payau. Keempat, mangrove daratan berada di perairan yang hampir tawar.

Dalam vegetasinya terdapat rantai makanan yang begitu rumit. Ia dijadikan ekosistem bagi para hewan dan tumbuhan lain.

Menyediakan siklus hidup tak hanya bagi tumbuhan, tapi juga ikan, udang, dan moluska. Bahkan beberapa berstatus langka dan endemik. Seperti burung-burung yang terancam punah, yani Wilwo (Mycteria cinerea), Bubut Hitam (Centropus nigrorufus), Bangau Tongtong (Leptoptilos javaniicus), dan lain-lain.

[irp]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2