Cinta Ini Pohon-Pohon

Cinta Ini Pohon-Pohon   cinta ini pohon-pohon. serap polusi udara yang akan kau hirup. agar paru-parumu jadi lahan subur. tempat bertunas segala kasih kasih ini tumbuh dari kisah sepasang...

Cinta Ini Pohon-Pohon
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

matamu berair, airnya hilang dalam hujan.
hujan adalah pemakan segala hal, apalagi air mata
kau berdiri di tepi sungai itu.
mengutuk ayahmu jadi anak muda karena membuang sandal itu

sandal yang kau temukan ketika banjir hari Jumat lalu.

2024

Batu ke Kepala


 

pagi sekali kau datang ke rumah. sebelum kopi habis kuseruput. kau bawa cangkul, linggis, sekop, dan parang

ini hari sabtu yang hujan. tak ada ritus ke kebun. harusnya

"kita akan buka jalan setapak menuju jauh," katamu, "ke dalam diri sendiri"

pohon-pohon mesti ditebangi, batu-batu digeser ke dalam kepala

----hingga kita jadi kepala batu

2024

Gabah Ibu


 

ibu menjemur gabah tadi pagi. ia mandi keringat. sebelum keringatnya kering, mendung tiba mengajaknya bertengkar

gabah yang dijemurnya baru hangat tahi ayam. mendung berubah gerimis lalu gerimis berubah air ditumpah dari langit

ibu punguti gabah itu tergesa. keringat kembali banjir dari porinya jadi butiran tasbih.

ketika gabah usai dipunguti ibu dan menghuni karung. matahari muncul dengan sangat gagah

ibu ingin menggerutu, tapi urung
"aahh, cuaca mengajak bercanda, saat hidup sedang tak sedang melucu," kata ibu, ditatapnya sinar matahari itu. lalu ke bajunya yang basah usaha dan doa.

2024

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2