Perusahaan Ini Ubah Tinja Manusia Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Klikhijau.com – Sembilan atau tiga belas menit yang lalu. Saya keluar dari kamar mandi. Saya kemudian mengutak-atik HP dan menemukan berita mengejutkan. Sebuah perusahaan mengubah tinja manusia jadi b...

Perusahaan Ini Ubah Tinja Manusia Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), pada 2017, lebih dari 2,4 miliar orang di dunia bergantung pada pembakaran kayu untuk memasak.

Dengan berkurangnya sistem pengelolaan kebun dan hutan yang berkelanjutan, maka aktivitas ini menjadi ancaman bagi keberlangsungan kehidupan kayu-kayu di hutan.

Secara global, sekitar 17% dari semua kayu yang digunakan sebagai bahan bakar dikonversi menjadi arang.

Peluang inilah yang ditangkap oleh Sanivation yang menyadari jika jumlah karbon dan kalori dalam kotoran manusia sebanding dengan kayu bakar kering.

Berdasarkan itulah, sehingga perusahaan ini memutuskan memutuskan untuk menggunakan kotoran manusia sebagai pengganti arang yang lebih ramah lingkungan.

Perusahaan ini menamai produknya dengan nama Mkaa kwa jamii', yang berarti ‘arang untuk keluarga’.

Kurangi laju deforestasi

Dengan arang ini, masayarakat Kenya dapat membakar sekitar dua kali lebih tahan lama dari arang lokal dan mengeluarkan sepertiga dari emisi, khususnya karbon monoksida dan partikulat.

“Jika kita bisa mengumpulkan semua limbah manusia di Kenya, semua limbah pertanian cadangan, maka kita bisa memasok hampir 50% dari seluruh permintaan arang dan kayu bakar dan laju deforestasi akan turun secara substansial,” tambah Woods.

Inovasi kotoran kotoran bahan bakar energi terbarukan terbarukan hijau pengelolaan limbah sanitasi arang saat ini menjadi sumber energi pilihan.

Untuk mempertahankan produksi agar tetap berjalan, Sanivation mengumpulkan kontainer lumpur tinja dari sekitar 650 toilet yang dirancang khusus di Kenya dua kali seminggu.

Feses itu kemudian dibawa ke fasilitas perawatan, lalu dikombinasikan dengan limbah biomassa lainnya seperti serbuk gergaji dan diubah menjadi bahan bakar yang aman dan higienis.

“Untuk setiap ton arang briket kami yang kami jual, kami menghemat sekitar 88 pohon di Kenya. Orang sebenarnya membeli bahan bakar kami karena dampak lingkungan," terang Woods.

Apa yang dilakukan oleh perusahaan Sanivation bisa jadi solusi untuk mengurangi deforestasi, dan membiarkan kayu tumbuh dengan subur demi merawat lingkungan, demi produk berkelanjutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2