Peringati Hari Bumi 2019, Ajakan Renungkan Tagar #10YEARCHALLENGEOFEARTH Digaungkan

Klikhijau.com - Beberapa waktu lalu tagar 10 Year Challenge ramai diperbincangkan di media sosial instagram, lalu merebak hingga ranah Twitter. Sampai-sampai tantangan ini menjajaki trending topic glo...

Peringati Hari Bumi 2019, Ajakan Renungkan Tagar #10YEARCHALLENGEOFEARTH Digaungkan
Bacakan Artikel

Berikut ini catatan terbaru mengenai kondisi bumi yang patut kita renungkan sebagai peringatan Hari Bumi 2019:

Gletser yang kian mencair

Dalam waktu 10 tahun ini dapat dilihat bahwa gletser mencair dengan sangat cepat. Hal ini tentu saja menunjukan adanya pengaruh dari pemanasan global yang terjadi di bumi. Sejak tahun 2008 hingga sekarang gletser ini telah mengalami penyusutan sebanyak 40 meter. Dan untuk menyelamatkan pencairan gletser, pemerintah Swiss pun menyelimuti daerah tersebut dengan selimut putih yang tahan UV. Banyak ahli yang mempercayai bahwa selimut tersebut mampu mengurangi pencairan es hingga 70%.

Sampah plastik merajalela

Dunia baru-baru ini mulai tersadar akan masalah plastik yang memenuhi lautan dan membuat hewan-hewan di dalamnya mati akibat tersedak sampah. Menurut sebuah data, manusia telah membuang 80 juta ton plastik ke laut setiap dekade.

[irp posts="4102" name="Rayakan Hari Bumi, BBKSDA Sulsel Ajak Menanam dan Pakai Tumbler"]

Dari jumlah yang begitu besar, hanya 9 persen dari plastik yang dapat didaur ulang. Bahkan pecahan kecil itu sekarang berada di bawah ancaman yang mengkhawatirkan. Gunungan besar limbah non-biodegradable mengalir ke lautan, di mana plastik itu terurai menjadi potongan kecil dan terakumulasi di semua makhluk laut.

Salah satu contohnya Manta Point di Pulau Dewata, yang digadang-gadang menjadi primadona Indonesia kini bukan lagi dipenuhi Manta tetapi sampah plastik yang melayang-layang bak ubur-ubur. Dan pada 2050, jumlah sampah plastik di sana diduga akan lebih banyak dibanding ikan.

Kawasan hutan yang terkikis oleh waktu

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: