Perihal Lahan Basah dan 7 Alasan Kenapa Keberadaannya Sangat Penting

Klikhijau.com – Peringatan hari lahan basah sedunia jatuh pada tanggal 2 Februari setiap tahun. Adanya hari khusus memperingati lahan basah. Menjadi penanda jika ia memiliki peran yang penting dalam k...

Perihal Lahan Basah dan 7 Alasan Kenapa Keberadaannya Sangat Penting
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Peringatan hari lahan basah sedunia jatuh pada tanggal 2 Februari setiap tahun. Adanya hari khusus memperingati lahan basah. Menjadi penanda jika ia memiliki peran yang penting dalam kehidupan ini.

Kesepakatan memperingatinya setiap tahun memiliki tujuan yang mulia, untuk menyelamatkan lahan basah di seluruh dunia.

Kesepakatan itu jatuh pada  tanggal 2 Februari 1971 di Kota Ramsar, Iran. Pada saat itu disepakati sebuah  perjanjian internasional untuk konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan.

Perjanjian tersebut dikenal  sebagai Konvensi Ramsar atau The Convention on Wetlands of International Importance, especially as Waterfowl Habitat.

Indonesia, sebagai negara yang memiliki lahan basah yang besar tidak mau ketinggalan. Indonesia pun ikut andil dalam menyelamatkan lahan basah. Itu dibuktikan dengan Keputusan Presiden RI No. 48 tahun 1991.

Lahan basah atau wetland sendiri merupakan daerah yang tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat musiman maupun permanen atau menetap.

Jenuh air menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  adalah air yang dapat diserap oleh badan tanah yang mengandung air tanpa pemuaian butir tanah.

Salah satu ciri lahan basah adalah sebagian atau seluruhnya terkadang digenangi  lapisan air yang dangkal, misalnya rawa-rawa, payau, dan gambut.

Di dunia ini terdapat dua jenis lahan basah, yakni lahan basah alami dan lahan basah buatan. Keduanya memiliki peran yang sama pentingnya.

Untuk lahan basah alami meliputi   rawa-rawa air tawar, hutan bakau atau mangrove, rawa gambut, hutan gambut, paya-paya, dan riparian atau tepian sungai.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2