Peran Agama di Masa Pandemi Coronavirus

Klikhijau.com - Agama memiliki peran penting sebagai pegangan manusia di masa pandemi coronavirus. Dalam literatur antropologi misalnya, "agama sebagai sistem kultural" (Geertz, 1966) terkandung di da...

Peran Agama di Masa Pandemi Coronavirus
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Agama memiliki peran penting sebagai pegangan manusia di masa pandemi coronavirus. Dalam literatur antropologi misalnya, "agama sebagai sistem kultural" (Geertz, 1966) terkandung di dalamnya sistem simbolik manusia dalam menafsirkan dunia dan menjalani kehidupan mereka.

Dalam masa-masa seperti ini, agama memiliki peran signifikan sebagai penguat bagi manusia dalam menjalani berbagai tantangan kehidupan yang tidak biasa. Berbeda dengan coronavirus jenis sebelumnya yang transmisinya dari hewan ke hewan, virus jenis ini--yang dikenal dengan covid-19--menyebar dari manusia ke manusia.

Ketidakpastian, Kecemasan, Pelipur Lara

Dalam Cultural Anthropology: Appreciating Human Diversity (McGraw Hill, 2015), Conrad Phillip Kottak, menulis bahwa keyakinan akan sesuatu yang lebih kuat dan tidak terlihat, seperti "kekuatan supernatural" membantu dalam mengurangi kecemasan.

Artinya, kecemasan dan ketidakpastian yang dijalani manusia itu bisa ditanggulangi dengan keyakinan pada kekuatan yang maha besar yang ada dalam agama. Tiap agama memiliki keyakinan akan sang penguasa yang berkuasa atas segenap alam semesta raya.

[irp]

Kehadiran coronavirus mulai bulan Desember 2019 lalu telah mengakibatkan 353.446 orang terinfeksi, dengan kematian 15.410, dan yang sembuh 100.614 orang (data Worldometers, per 23 Maret 2020 pukul 9:21 WIB). Dari jumlah ini, ada harapan bahwa jumlah orang sembuh itu lebih banyak ketimbang yang tidak.

Kehadiran agama dapat menjadi salah satu pegangan bagi manusia dalam menghadapi kejadian seperti sekarang. Bisa dikata, agama dapat menjadi pelipur lara bagi semua orang bahwa Tuhan maha tahu dan maha melihat apa yang terjadi di bumi ini.

Tuhan dengan kasih dan sayang-Nya tidak mungkin menciptakan bumi dengan segenap kejadian di dalamnya dengan sia-sia. Selalu ada makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

Menjaga Diri, Keluarga, dan Lingkungan

Kehadiran coronavirus bisa disebut sebagai ujian bagi manusia. Seharusnya, peristiwa ini menjadikan manusia bekerja sama untuk menuntaskan wabah global.

Sejarawan Yuval Noah Harari dalam tulisannya di Time "In the Battle Against Coronavirus, Humanity Lacks Leadership" (15 Maret 2020), berargumen bahwa solusi menuntaskan masalah ini membutuhkan dua hal: kepercayaan dan kerja sama internasional yang tinggi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: