Pentingnya Penjaminan Perlindungan Hak Perempuan Adat dalam Pembangunan

Klikhijau.com โ€“ Selama ini, perlindungan hak perempuan adat dalam pengelolaan sumber daya alam, ditengarai sangat lemah dan telah melanggengkan kekerasan berbasis gender. Berdasarkan hasil Kajian PERE...

Pentingnya Penjaminan Perlindungan Hak Perempuan Adat dalam Pembangunan
Bacakan Artikel

โ€œSementara peran pemerintah adalah menyusun RUU Masyarakat Hukum Adat dan mengawal substansi gendernya. Untuk itu kerjasama dibutuhkan untuk menyelesaikan isu perempuan dan anak secara komprehensif serta menyatukan kekuatan,โ€ kata I Gusti.

Rukka Sombolinggi, Sekjen AMAN menyatakan bahwa peran penting Perempuan Adat secara sosial, ekonomi, politik dan budaya adalah peran yang berakar dari identitas yang melekat dengan wilayah adatnya beserta sistim sosial, ekonomi, politik dan budaya masyarakat adat.

Bahkan perjuangan masyarakat adat dalam menjaga identitas bangsa tidak terlepas dari hak-hak perempuan adat, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat adat.

[irp]

โ€œSaat ini upaya-upaya peminggiran dan praktek-praktek diskriminsi masih ada. Sistem ekonomi kapitalis memperkuat peminggiran Perempuan Adat. Perempuan Adat kehilangan kekuasaan dan ruang-ruang politiknya, hingga wilayah adatnya. Untuk itu, kita harus berjuang keras untuk pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat, berjuang bersama untuk melawan perampasan wilayah adat,โ€ tutur Rukka Sombolinggi.

Arimbi Heru Putri, Dewan Pakar PEREMPUAN AMAN, menyampaikan bahwa narasi dan kepentingan Perempuan Adat lenyap dibawah gemuruhnya gerakan masyarakat adat,ย  pengetahuan, wilayah kelola dan ekspresi Perempuan Adat diabaikan.

Karena itu perlu penataan ulang dalam ketatanegaraan, hukum dan paradigma untuk menempatkan Perempuan Adat dalam mosaik negara bangsa Indonesia.

Perempuan adat, penjaga hutan

Sulistyowati Irianto, Guru Besar Antropologi Hukum FH UI menyampaikan bahwa perempuan adalah pemangku kepentingan dalam pelestarian sumber daya alam, dimana hutan menjadi ruang hidup, sumber penghidupan dan pengetahuan. Dan hutan adalah akar budaya perempuan.

Namun perempuan menjadi kelompok yang paling menderita akibat kerusakan hutan dan lingkungan. Perempuan juga tidak pernah ditanya ketika terjadi konversi hutan menjadi perkebunan dan pertambangan.

[irp]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: