Pemdes Tamatto Tegaskan Komitmen Lingkungan Lewat Penguatan Kelompok Inklusi Desa

oleh -39 kali dilihat
Pemdes Tamatto Tegaskan Komitmen Lingkungan Lewat Penguatan Kelompok Inklusi Desa-foto/Ist

Klikhijau.com – Pemerintah Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe, semakin menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan dan pemberdayaan kelompok rentan dengan memberikan ruang strategis bagi Kelompok Inklusi Desa (KID) Mappanganro. Langkah ini ditegaskan dalam Workshop Adaptasi Perubahan Iklim bagi Kelompok Rentan yang digelar Senin, 28 Juli 2025 di aula Kantor Desa Tamatto.

Kepala Desa Tamatto, Arsul Sani, menyampaikan bahwa upaya pemberdayaan kelompok inklusi melalui program Kebun Bersama harus disambut secara antusias oleh masyarakat, khususnya kelompok muda dan kelompok rentan yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Program ini adalah kesempatan langka—banyak desa lain menginginkan tapi belum dapat. Maka kita wajib bersyukur dan memanfaatkannya sebaik mungkin,” ujar Arsul.

Pemerintah desa telah memberikan dukungan nyata, mulai dari penerbitan SK legalitas KID, penyediaan ruang pertemuan, hingga komitmen alokasi anggaran melalui Anggaran Dana Desa (ADD) untuk keberlanjutan program. Arsul juga menekankan bahwa KID memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam membumikan isu ekologi dan mendorong adaptasi terhadap perubahan iklim di tingkat desa.

KLIK INI:  Workshop Jaring Solusi Pencemaran Pesisir dan Laut

“InsyaAllah kita akan berkolaborasi penuh. Kita bisa duduk bersama, merancang kontribusi terbaik desa untuk mendukung kelompok inklusi ini secara berkelanjutan,” tegasnya.

Penananggung jawab program, Muhammad Harisa, yang menekankan bahwa fokus utama adalah peningkatan kapasitas KID dalam memahami krisis iklim dan meresponsnya melalui aksi nyata. Salah satu bentuk praktik sederhana yang difasilitasi adalah kebun pekarangan yang menjadi wahana belajar mitigasi berbasis lokal.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara KID dan pemerintah desa. Kami berharap pengetahuan yang dibangun bisa menyebar dan memantik gerakan ekologis dari desa,” jelas Harisa.

KLIK INI:  Dua Warabala Ini Tak Lagi Sediakan Sedotan Plastik

Inisiatif Desa Tamatto ini menjadi contoh bagaimana pembangunan desa bisa inklusif sekaligus ekologis. Dengan dukungan kebijakan dan partisipasi aktif warga, KID Mappanganro diharapkan menjadi pionir dalam menjadikan isu lingkungan sebagai arus utama pembangunan desa.

Workshop Adaptasi Perubahan iklim merupakan rangkaian dari Proyek Adaptasi Perubahan Iklim Bagi Kelompok Inklusi Desa yang diinisiasi Kebun Bersama. Proyek ini didukung oleh Small Grant Program Global Environment Facilitation (GEF SGP) UNDP berlokasi di wilayah DAS Balangtieng di dua kabupaten, yaitu Bulukumba dan Sinjai. (*)

KLIK INI:  Pentingnya Pelibatan Berbagai Generasi dalam Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim