- Lagi, BKSDA Sumbar Temukan Bunga Bangkai - 12/01/2026
- Memanen 8 Manfaat Jagung Rebus bagi Kesehatan - 11/01/2026
- Sejumlah Dosen Gelar Aksi Hijau di SD Inpres Kelapa Tiga 1 Makassar - 10/01/2026
Klikhijau.com – Sebanyak 37 relawan dari lintas komunitas bergabung dalam aksi transplantasi karang dengan 10 media tanam spider dan 230 fragmant karang di Area Konservasi Dego-degona Bira, Rabu 16 Juli 2025. Kegiatan ini diselenggarakan KKN Kareba Kumba berkolaborasi dengan Dego-degona Bira dan Kolaborasi Biru.
PIC Program Penanaman Terumbu Karang dari Tim Kareba Kumba, Allfiah, menjelaskan keindahan bawah laut Bira dan Darubiah merupakan salah satu ikon dan potensi pariwisata Bontobahari. Untuk mendukung keberlanjutannya pihaknya berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk pemulihan dan pemeliharaan terumbu karang.
“Kami ikut serta menikmati pemandangan bawah laut Dego-dego yang indah dan ini harus dijaga. Apa yang kami lakukan hari ini dititip pada teman-teman Kolaborasi Biru dan Dego-degona Bira untuk pemeliharaan dan perawatannya,” ungkapnya mahasiswa KKN PPM UGM Bontobahari 2025.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Indiz Essa Rutepar menambahkan, selain dari komunitas penyelenggara ada 4 lembaga yang terlibat sebagai relawan yakni CDK Wilayah Selatan Sulsel, KPMB, Teman Turatea dan Ecoton. Sebelum transplantasi dilakukan edukasi tentang terumbu karang terutama menjelaskan mengenai penanaman dan perawatan.
“Sebenarnya kalau bagian menanamnya ini cepat, dan potensi hidupnya kalau sudah ditanam itu 20 persen, yang meningkatkan potensi hidupnya ini kuncinya di pemeliharaan dan perawatan,” jelasnya.
Area konservasi karang Dego-degona Bira terbentuk sejak 2022 melalui aksi transplantasi dan perawatan karang secara konsisten bersama Kolaborasi Biru. Kegiatan ini sebagai bentuk keresahan terhadap kondisi bawah laut sebagian wilayah di Dego-dego yang terancam rusak akibat krisis iklim yang menyebabkan pemutihan karang dan juga kondisi praktik berbahaya seperti pengeboman ikan dan parkir kapal terutama pada kapal yang berukuran besar.
Tujuan dari konservasi terumbu karang untuk meningkatkan keanekaragaman hayati laut. Disisi lain juga untuk mendorong Bontobahari sebagai penopang utama wisata bahari di Bulukumba menuju pariwisata berkelanjutan.
“Ini merupakan gerakan inisiatif dari anak muda lokal yang kami jaga bersama dan kami senang berkolaborasi dengan pihak mana pun untuk mendukung gerakan ini,” katanya. (*).








