Nasib Masker Kini Berada di Gerbang Antara

Klikhijau.com –  Masker kini jadi barang wajib dikenakan ke mana-mana. Ia setia bertenggek di wajah menutupi hidung dan mulut. Satu orang setidaknya memiliki lebih dari satu masker. Memakai masker,...

Nasib Masker Kini Berada di Gerbang Antara
Bacakan Artikel

Sementra itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Telah membuat sebuah program yang bernama Dumask.

Dumask sendiri adalah akronim dari Dropbox-Used Mask. Program ini berupa sistem pengelolaan limbah medis masker sekali pakai dan sarung tangan plastik yang bertujuan untuk meminimalisasi dampaknya ke lingkungan.

Program ini bertujuan menyediakan jalur pembuangan sarung tanga dan masker bekas dari masyarakat yang lebih ramah lingkungan dan aman.

Proyek Dumask sendiri didanai oleh Program Penelitian Kolaborasi Indonesia (PPKI), mulai berjalan sejak Februari 2021 hingga Oktober mendatang.

Proyek ini dimulai dengan pengumpulan limbah masker dan sarung tangan menggunakan boks, serta pembuatan aplikasi yang akan memantau dropbox dan alat pembakarnya.

Dropbox itu diletakkan di beberapa lokasi. Apabila boksnya penuh sampah akan ada  notifikasi di aplikasi dan juga website. Selanjutnya petugas akan mengambil boks tersebut untuk dibawa ke tempat pemusnahan limbah.

Sampah medis termasuk masker yang telah terkumpul akan dihancurkan dengan metode pirolisis, yaitu pemanasan bersuhu tinggi.

Namun, sebaiknya sebelum membuang masker lakukan langkah berikut:


  •  Semprotkan cairan disinfektan pada masker sekali pakai sebelum membuangnya

  • Gunting makser, ini untuk menghindari penggunaan kembali

  • Membungkus masker dengan rapat sebelum di buang ke tempat pembuangan yang telah disiapkan,

  • Jangan buang di sembarang tempat

  • Cuci tangan dengan sabun di air mengalir setelah membuang masker


[irp]
Temuan LIPI

Untuk pengguna masker kain. Ada kabar baik  dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Melalui akun Instagramnya @lipiindonesia bahwa telah ditemukan alat yang ampuh mengatasi permasalahan masker kain. Dengan penemuan itu masyarakat tidak  usah lagi mencuci atau membuang maskernya setelah dipakai.

Alat ini diperkenalkan oleh Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI. Alat sterilisasi Virus Covid-19 portabel untuk masker kain ini berbasis Sinar UVC. Dalam beberapa menit bisa “membersihkan” masker dari virus.

Dengan sifatnya yang sangat ringan, berukuran pocket (saku), portabel, dan harganya terjangkau untuk masyarakat luas bisa jadi solusi.⁣

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: