Menyoal Perbedaan <em>Halal Tourism</em>, <em>Muslim Friendly Tourism</em>, dan <em>Family Friendly Tourism</em>

Klikhijau.com - Setelah perjuangan panjang selama lima tahun. Pada tahun 2019 ini destinasi wisata di Indonesia menempati peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal (Halal Tourism) dunia versi G...

Menyoal Perbedaan <em>Halal Tourism</em>, <em>Muslim Friendly Tourism</em>, dan <em>Family Friendly Tourism</em>
Bacakan Artikel

Terminologi ini lebih sesuai bagi negara-negara mayoritas Non Muslim, seperti Jepang, Korea dan Thailand.



  • Family Friendly Tourism (Pariwisata Ramah Keluarga)



Lebih inklusif, baik bagi wisatawan Muslim dan Non Muslim. Cocok bagi Wisatwan Muslim dari Timur Tengah, negara Arab lainya, dan negara-negara mayoritas Muslim lainya, seperti Pakistan dan Bangladesh.

[irp posts="4815" name="Wisata Halal Tak Akan Rusak Tatanan dan Kearifan Lokal?"]

Di sisi lain terminologi ini tidak mendeskripsikan secara akurat apakah negara-negara tersebut berkomitmen terhadap ketentuan Halal. Hal ini disebabkan pemahaman terminologi “Family Friendly” dapat memberikan arti yang berbeda-beda bagi wisatawan.

Bukan hanya itu, dapat pula menimbulkan kekecewaan bagi wisatawan mancanegara yang memahami bahwa Family Friendly Tourism adalah Pariwisata Halal. Sementara penyedia jasa memahami bahwa Family Friendly Tourism adalah wisata keluarga secara umum.

Nah, begitulah perbedaan ketiga nama tersebut. Semoga kepalamu tidak lagi puyeng setelah tahu. Namun, lebih dari itu, apa pun namanya, yang penting pariwisata Indonesia mampu membawa kesejehateraan bagi masyarakat dan tetap ramah lingkungan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: