Menyadari Ancaman Nyata, Warga Pulau Lae-lae Gelar Parade Perahu Tolak Reklamasi

Klikhijau.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan  mencanangkan reklamasi seluas 12,11 hektare di Kawasan Pulau Lae-Lae, Kecamatan Ujungpandang Kota Makassar dengan rencana pengerjaan Mei...

Menyadari Ancaman Nyata, Warga Pulau Lae-lae Gelar Parade Perahu Tolak Reklamasi
Bacakan Artikel

[caption id="attachment_27810" align="alignnone" width="908"]lae-lae Penolakan masyarakat Pulau Lae-lae Kota Makassar terhadap rencana reklamasi - Foto: Ist[/caption]

Searah dengan yang ditegaskan Daeng Tompo, Bahtiar Leo menekankan bahwa penolakan reklamasi yang dilakukan tersebut menyangkut kehidupan masyarakat pulau. Menurutnya, jika itu dirusak berarti merusak kehidupan di pulau.

“Pencaharian kami di sini ya sebagai nelayan memancing. Pencari cumi-cumi, pencari udang itu yang pertama. Jika ada reklamasi akan merusak karan yang ada sebagai rumah ikan. Kedua palimbang (penyedia jasa penyeberangan; red), ketika ada reklamasi selanjutnya tidak menutup kemungkinan akan dibangun jembatan sehingga menutup sumber pencaharian warga,” urai nelayan yang akrab disapa Daeng Leo.

[irp]

Daeng Leo mengaku tidak pernah ada pertemuan membahas kesepakatan dari masyarakat untuk pembangunan reklamasi.

“Belum pernah ada bahwa kita ini sepakat menerima ini reklamasi, lantas tiba-tiba datang begitu mau membangun, sehingga kami selalu berupaya menghalau mereka untuk masuk di pulau kami,” ujarnya.

Lebih jauh, Perwakilan Warga Lae-Lae itu, mengaku pernah ada pembahasan tentang reklamasi oleh Nurdin Abdullah (Mantan Gubernur Sulsel), yang saat itu juga memberikan sumbangan untuk pembangunan Masjid di pulau yang dihuni 2000-an jiwa.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: