Mengurangi Emisi Karbon Bisa Dimulai dari Dapur dan Meja Makan

Klikhijau.com – Dapatkah kita berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dengan aksi sederhana? Jawabannya, Ya! Aksi kecil dari rumah bisa sangat bermanfaat dan berkontribusi pada perubahan iklim. Ja...

Mengurangi Emisi Karbon Bisa Dimulai dari Dapur dan Meja Makan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Dapatkah kita berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dengan aksi sederhana? Jawabannya, Ya! Aksi kecil dari rumah bisa sangat bermanfaat dan berkontribusi pada perubahan iklim. Jadi, semua bisa berperan dan mengambil bagian, bahkan dimulai dari dapur.

Memasak makanan rendah karbon dan memilih bahan makanan lokal dan berkelanjutan akan membantu mengurangi jejak karbon pemicu pemanasan global.

Dalam webinar Pekan Diplomasi Iklim bertajuk “Air - energi – pangan : Mitigasi Iklim dan adaptasi”, Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Indonesia mengatakan menahan laju perubahan iklim bisa dimulai dari dapur dan meja makan yakni dengan climate smart eating.

Perlunya mengenali asal usul makanan

"Kita harus menyadari jejak karbon pada makanan kita. Kemudian memikirkan dari mana asal bahan-bahan yang kita gunakan dan sumber daya untuk memproduksinya,” jelas Amanda,  Minggu 1 November 2020.

Selain itu, lanjut Amanda, kita juga dapat mempelajari bagaimana kita secara sadar menerapkan praktik regeneratif langsung di dapur dan di meja makan kita. Mengkonsumsi makanan berbasis nabati dan mengurangi makan daging menjadi upaya sustainable diet.

“Upaya tersebut dapat mengurangi 97 persen biaya kesehatan dan 41 hingga 47 persen biaya sosial terkait emisi karbon pada tahun 2030,” tuturnya.

Jeff O’Mahony, Food & Climate Shaper di Spanyol menyebutkan mengetahui asal makanan menumbuhkan kesadaran untuk tak merusak alam. Selain itu konsumsi makanan hasil dari petani lokal juga ikut mendukung kesejahteraan petani.

"Kita perlu mengubah kebiasaan lama ke kebiasaan baru dengan pola makan yang baik itu akan memberi manfaat baik," katanya.

Senada dengan itu, Mei Batubara dari Nusa Gastronomi mengatakan dengan menyadari dari mana makanan berasal terutama makanan lokal, kita akan lebih mencintai lingkungan.

"Kita harus tahu kita telah kehilangan banyak bahan-bahan masakan akibat dari kerusakan alam – sehingga mengancam hilangnya kuliner Indonesia," katanya.

Diperlukan penanaman kesadaran kepada masyarakat utamanya kepada anak-anak dan generasi muda bahwa alam merupakan penyedia bahan makanan yang paling penting.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2