Build Back Better, Strategi Jitu Atasi Lonjakan Emisi Pasca Pandemi

Publish by -267 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Build Back Better, Strategi Jitu Atasi Lonjakan Emisi Pasca Pandemi
Build back better - Foto/buildbackbetteruk

Klikhijau.com – Pandemi covid-19 telah mendisiplinkan banyak orang  untuk lebih banyak di rumah dan menjalankan aktivitas tanpa kerumunan. Dampaknya memang terasa antara lain membaiknya kualitas udara akibat bahan bakar fosil yang berkurang hingga menurunnya asap pabrik atau industri.

Namun, siapa sangka ada beban ekologi lainnya yang justru memuncak selama pandemi yakni peningkatan volusi sampah plastik dan limbah medis. Pola hidup masyarakat yang bergeser juga berdampak pada beralihnya kembali banyak orang pada kendaraan pribadi.

Manajer Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon, Egi Suarga, menegaskan betapa emisi karbon justru meningkat selama pandemi. Inilah tantangan serius atas adanya situasi darurat global. Menilik pasca krisis 2008, kata Egi, emisi karbon meningkat hingga 5,9% secara global di 2010.

“Ini yang menjadi perhatian kita semua, pada saat nanti kita masuk pada tahap recovery. Jangan sampai kita nanti mengalami peningkatan emisi yang signifikan pasca pandemi,” ujarnya di acara virtual Workshop Uurnalis bertajuk Build Back Better, yang diselenggarakan Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) dan WRI Indonesia, 8 Oktober 2020.

KLIK INI:  Kita yang Terbiasa Menelantarkan Sampah Koran Bekas

Dalam kegiatan yang diikuti puluhan jurnalis se-Indonesia tersebut, Egi juga menjelaskan bahwa alokasi stimulis untuk penanganan dan pemulihan pasca pandemi secara global mencapai USD10 triliun. “Jauh lebih besar dibandingkan krisis di 2008,” katanya.

Di Indonesia sendiri, pemerintah menganggarkan sekitar Rp700 triliun. Persoalannya, stimulus pemulihan pasca pandemi yang diberikan, tidak mempertimbangkan aspek lingkungan. “Stimulus kita masih sangat brown,” katanya.

Egi mencatat, berdasarkan indeks green stimulus, pertimbangan aspek lingkungan dalam penetapan fiskal pemulihan pasca pandemi di Indonesia, masih sangat buruk. “Alokasi stimulus kita, tidak mempertimbangkan indikator aspek-aspek dari sisi lingkungannya,” ujarnya.

Apa itu strategi build back better?

Menurut Egi, seharusnya Pemerintah melakukan strategi pembangunan, Build Back Better pasca pandemi. Yaitu, dengan pemulihan pembangunan pasca pandemi berdasarkan pendekatan lingkungan.

KLIK INI:  Karena Sampah, Ribuan Wisatawan Mancanegara Batal ke Lombok

“Kita harus me-reset model pembangunan kita dan membangun untuk pulih ke arah yang lebih baik,” katanya.

Setelah pandemi ini, kata Egi, banyak negara melakukan pemulihan secara build back beter. Fokusnya pada kesejahteraan, inklusifitas dan kemanusiaan.

Menurutnya, ada 4 prinsip yang perlu didorong untuk melakukan build back better pasca pendemi.

Pertama, build fairer atau pembangunan secara lebih adil. Menurutnya prinsip ini dapat menurunkan tingkat kemiskinan. “Memberikan kesempatan kepada kaum perempuan, masyarakat adat, untuk memperoleh akses yang sama,” katanya.

Kedua, prinsip build stronger, yaitu membangun dengan lebih kuat. Menurutnya, pembangunan ke depan perlu diarahkan ke pembangunan rendah karbon yang menciptakan ekonomi kuat, peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan.

KLIK INI:  Hari Bumi, WALHI Sulsel Serukan Selamatkan Bumi dan Pulihkan Sulawesi Selatan

“Berbagai riset mengatakan, ketika kita pulih atau bertransisi ke pembangunan rendah karbon, dengan misalnya menggunakan energi baru terbarukan, itu menghasilkan tambahan pekerjaan yang siginifikan,” ujarnya.

Ketiga yaitu prinsip Build Safer. Menurutnya, dengan beralih ke rendah karbon, dapat memberikan dampak kesehatan yang jauh lebih baik. Menurut Egi, angka kematian terkait polusi cukup tinggi.

“Ketika kita melakukan recovery ke depan harus tetap mempertimbangkan aspek kebersihan udara. Agar kita lebih sehat dan produktif,” ujarnya.

Terakhir, Build cleaner, yaitu pembangunan rendah karbon untuk mendorong ekonomi. Menurut Egi, pihaknya pernah mensimulasikan pertumbuhan ekonomi dan rendah karbon.

Hasilnya, ketika investasi dan bisnis menggunakan pendekatan rendah karbon, bisa meningkatkan pendapatan bruto domestik (PDB). “Secara signifikan,” katanya.

KLIK INI:  Merawat Keharmonisan Bercinta Selama Pandemi dengan 7 Cara Ini!
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!