Mengulik Cara Pembuatan POC dan Pestisida Nabati ala Mahasiswa KKN Unhas

Klikhijau.com โ€“ Pertanian, pupuk, dan pestisida telah jadi bagian yang mulai tak terpisahkan. Ada dua jenis pupuk dan dan pestisida, kimia dan organik. Pupuk dan pestisida yang harusnya digunakan p...

Mengulik Cara Pembuatan POC dan Pestisida Nabati ala Mahasiswa KKN Unhas
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Pertanian, pupuk, dan pestisida telah jadi bagian yang mulai tak terpisahkan. Ada dua jenis pupuk dan dan pestisida, kimia dan organik.

Pupuk dan pestisida yang harusnya digunakan para petani adalah pupuk organik dan pestisda nabati. Keduanya diyakini sebagai bahan yang berpihak pada lingkungan, juga kesehatan.

Salah satu jenis pupuk organik adalah pupuk cair organik yang biasa disingkap POC. Pupuk jenis ini merupakan hasil fermentasi bahan organik yang berbentuk cair.

Kandungan mineral dalam POC limbah buah misalnya, dapat meningkatkan kesuburan tanah dan memperkaya mikro biota tanah, selain itu kadar unsur hara pada limbah buah juga lebih tinggi daripada limbah sayuran, (Firdiani et al., 2022).

[irp]

Bahan pembuatan POC terbilang mudah didapatkan, seperti yang disosialisasikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada hari Rabu lalu, 11 Januari 2023 lalu.

Bahan dan cara pembuatan

Mahasiswa KKN tersebut menggunakan bahan utama berupa limbah kulit pisang dan daun gamal atau ambas. Limbah kulit pisang sendiri mengandung unsur makro N, P, K. Kandungan tersebut masing- masing berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan buah dan batang.

Selain itu juga mengandung unsur mikro Ca, Mg, Na, Zn yang dapat berfungsi untuk kekebalan dan pembuahan pada tanaman agar dapat tumbuh secara optimal sehingga berdampak pada jumlah produksi yang maksimal (Nasrun et al., 2016).

Penggunaan Effective Microorganisme (EM4) untuk mempercepat pembuatan pupuk cair dianggap sebagai teknologi karena bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi (Siboro et al., 2013).

[irp]

Adapun gamal mengandung unsur nitrogen yang tinggi. Jaringan daun tanaman gamal mengandung 3,15% N, 0,22% P, 2,65% K, 1,35% Ca, dan 0,41% Mg (Ibrahim, 2002; Gustiar et al., 2020).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: