Menggagas Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berkelanjutan Berbasis Warga

Klikhijau.com – Masalah sampah kini telah jadi isu global yang seperti tiada selesainya. Berdasar data terbaru terdapat sekira Rp 330 Triliun sampah makanan di Indonesia terbuang percuma setiap tahunn...

Menggagas Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berkelanjutan Berbasis Warga
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Masalah sampah kini telah jadi isu global yang seperti tiada selesainya. Berdasar data terbaru terdapat sekira Rp 330 Triliun sampah makanan di Indonesia terbuang percuma setiap tahunnya (Kompas, 19/5/2022).

Ini belum termasuk sampah organik lainnya yang dihasilkan dari sisa olahan makanan. Data KLHK menyebut rerata orang Indonesia menghasilkan sampah sekira 0,7 hingga 1,2 kilogram perhari dengan komposisi 60-70 persen sampah organik dan 30-40 persen sampah anorganik.

Apakah sampah yang dihasilkan ini terkelola dengan baik sebagaimana mestinya?

“Pada umumnya sampah dibuang begitu saja melalui petugas kebersihan. Sampah itu akan ditumpahkan di TPA Antang,” kata seorang warga saat diskusi di Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar Selasa (19/7).

Pandangan ini seolah mewakili realitas yang terjadi di lapangan. Permasalahan sampah bahkan masih dianggap sebagai urusan pemerintah saja. Sampah belum dilihat sebagai sesuatu yang berharga dimana setiap individu sejatinya punya peran dan tanggungjawab.

Partisipasi warga masih rendah

Tak bisa dipungkiri bahwa partisipasi warga dalam penanganan sampah sangat minim.

Lihat saja misalnya program pemerintah dalam mendorong aksi pemilahan sampah dari rumah yang tampaknya juga belum optimal. Faktanya, kebanyakan warga masih belum menyadari pentingnya memilah sampah.

“Sampah di rumah dikumpulkan saja di satu tempat, nanti dijemput petugas kebersihan. Kami hanya bayar iuran setiap bulannya,” demikian pengakuan Ibu Marlina di Cendrawasih yang diwawancarai Klikhijau Selasa (19/7).

Pantauan Klikhijau, pada sepuluh rumah tangga di Kota Makassar hanya ada 1 atau 2 saja yang mulai memilah sampahnya. Itupun belum sepenuhnya konsisten dijalankan. Dari angka ini, berapa persen yang sudah terbiasa menabung sampahnya di bank sampah terdekat?

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2